Kronologi Perempuan Asal Sukabumi Jadi Korban TPPO Dijual ke China

TPPO Sukabumi
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang perempuan asal Sukabumi berinisial RR (23) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah berkenalan dengan seseorang melalui media sosial. Ia terbujuk iming-iming pekerjaan bergaji tinggi.

Kuasa hukum RR, Rangga Suria Danuningrat, menyampaikan bahwa kliennya tidak berangkat seorang diri, melainkan bersama rekannya yang juga berasal dari Sukabumi. Namun, perjalanan tersebut justru melibatkan sindikat yang menjualnya.

Rangga menduga ada empat orang yang terlibat sebagai bagian dari jaringan perdagangan manusia ke Tiongkok.

“Berdasarkan keterangan saksi, RR itu bareng sama temannya. Masalahnya temannya ikut ke sana atau tidak, kalau ikut berarti hilang jejak. Tapi kalau tidak ikut, minimal dia bisa jadi saksi. Nanti polisi akan mencari keluarganya,” kata Rangga, Kamis (18/9/2025).

Rangga menerangkan, kasus yang dialami RR bermula dari perkenalannya dengan Johan Andri dan adiknya, Yudi, warga Cugenang, Cianjur.

Keduanya membujuk RR dengan janji pekerjaan di luar negeri bergaji tinggi, antara Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan. Tanpa sepengetahuan keluarga, RR pun terperdaya oleh tawaran tersebut.

“Keluarga sama sekali tidak tahu bahwa RR berkenalan dengan orang di media sosial. Bahkan saat keberangkatan pun tidak tahu. Orang tua hanya mengira RR ngekos di Cikembar, dekat pabrik tempatnya bekerja,” jelas Rangga.

RR terakhir kali pulang ke rumahnya di Cibatu pada 26 April 2025. Setelah itu, ia kembali ke kosan dan tidak pernah muncul lagi.

“Satu bulan setelah keberangkatan, keluarga masih tenang. Dari situlah awal mula putus kontak dengan RR,” ucap Rangga.

Keluarga mencoba mencari RR ke kosan dan tempat kerjanya pada Juni 2025. Di sana, ternyata RR diketahu sudah lama tak masuk kerja.

Pada awal September, RR berhasil menghubungi pamannya menggunakan nomor Indonesia dari ponsel yang ia sembunyikan. Dalam percakapan itu, RR mengaku berada di Cina dan meminta pertolongan untuk bisa pulang.

RR mengatakan dirinya sempat dibawa ke Cianjur, Cugenang, lalu ke Bogor, sebelum dijodohkan dengan pria asal Tiongkok melalui modus pernikahan palsu.

“Dia mengaku dibawa ke Cugenang, kemudian dinikahkan dengan pria asal Cina lewat modus pengantin. Ada orang yang berperan sebagai wali, kemungkinan besar menggunakan dokumen palsu,” jelas Rangga.

Usai pernikahan palsu tersebut, RR dibawa ke Bogor untuk dibuatkan paspor. Selama proses itu, ia sempat disekap sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta dan diperkenalkan kepada seorang WNI keturunan Tionghoa yang diduga menjadi perantara jaringan.

“Orang inilah yang menjadi penghubung antara warga Cina dengan sindikat di sini,” tambah Rangga.

Baca Juga:

Tragis! Gadis Sukabumi Dijual Rp200 Juta, Disekap dan Dieksploitasi Seksual di China

Janji Gaji Puluhan Juta, Sindikat TPPO Gagal Kirim Anak di Bawah Umur ke Malaysia

Ia menuturkan, jaringan perdagangan orang ini diduga melibatkan sedikitnya empat orang: dua warga Cugenang (Johan Andri dan Yudi), seorang di Bogor, serta seorang WNI keturunan Tionghoa di Jakarta.

Rangga berharap aparat segera menindaklanjuti kasus ini agar para pelaku bisa ditangkap dan RR segera dipulangkan.

Pihak keluarga bersama kuasa hukum telah melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi Kota dengan nomor laporan STTLP/B/451/IX/2025/SPKT/Polres Sukabumi Kota/Polda Jawa Barat.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Perluas Pembiayaan KUR PMI, Dukung Generasi Muda Raih Peluang Kerja Global
bank bjb Perluas Pembiayaan KUR PMI, Buka Jalan Generasi Muda Raih Karier Global Lewat Program Magang Jepang
WhatsApp Image 2026-07-29 at 11.29
éL Hotel Bandung Gelar Donor Darah Bersama PMI, Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
IMG-20260727-WA0000
PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile dan Fitur SwaCAM, Wujud Layanan Digital Menyambut HUT ke-81 RI
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
Berita Lainnya

1

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

4

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260727-WA0003
Gilang Dorong Puskesmas di Jakasampurna, Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
IMG-20260726-WA0003
DPRD Kota Bekasi Desak Pemerintah Pusat Tepati Komitmen Flyover Bulak Kapal, Warga Tak Bisa Terus Menunggu
IMG-20260726-WA0002
Reses Kreatif Samuel Sitompul Berbuah Puluhan Aspirasi Warga Bekasi Timur
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan