Tragis! Gadis Sukabumi Dijual Rp200 Juta, Disekap dan Dieksploitasi Seksual di China

Perempuan Sukabumi Disekap
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

SUKABUMI, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang perempuan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban dugaan sindikat perdagangan orang (TPPO) internasional yang beroperasi melalui media sosial.

Perempuan berinisial RR (23), warga Kampung Cibatu, Kecamatan Cisaat, saat ini disekap di China setelah diperdaya janji kerja dengan gaji tinggi.

Berdasarkan keterangan keluarga, RR sebelumnya bekerja di sebuah pabrik di Sukabumi namun bercita-cita untuk bekerja ke Jepang secara legal.

Keinginannya itu dieksploitasi oleh seorang pelaku yang menghubunginya via Facebook, dengan menawarkan pekerjaan di luar negeri berpenghasilan Rp 15 hingga 30 juta per bulan.

Korban kemudian dibujuk untuk membuat paspor di Bogor, bukan di kota asalnya. Dalam proses tersebut, RR dipaksa menikah dengan dihadirkan wali dan saksi palsu, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta dan diterbangkan ke China.

Sesampainya di negara tersebut, RR dijemput oleh seorang pria bernama To Chao Cai. Selama hampir dua bulan, keluarganya kehilangan kontak dan baru mendapat kabar setelah ibu korban menerima pesan melalui WeChat.

Dalam pesannya, RR mengirim share location dan mengaku disekap, serta dipaksa menjadi pemuas nafsu tanpa menerima gaji.

“Pesannya bikin kaget. Korban bilang disekap di Cina, bahkan kirim share location. Dari situ kami yakin dia benar-benar jadi korban perdagangan orang,” ujar ST, sepupu korban, kepada wartawan, dilkutip Rabu (17/9/2025). 

BACA JUGA

Janji Gaji Puluhan Juta, Sindikat TPPO Gagal Kirim Anak di Bawah Umur ke Malaysia

3 Anak Perempuan Asal Karawang, Cianjur dan Garut Jadi Korban TPPO: Dijadikan LC Cafe Remang-remang di Subang

Pelaku yang menahannya kemudian meminta tebusan sebesar Rp 200 juta kepada keluarga untuk memulangkannya ke Indonesia.

Keluarga yang tidak mampu membayar meminta bantuan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menyelamatkan RR.

Kuasa Hukum korban, Rangga Suria Danuningrat, mengkonfirmasi peristiwa ini dan tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri