Kronologi Cinta Ruhama Amel Ngaku Dirudapaksa oleh Bos Hiburan Ternama

Cinta Ruhama Amelz
Cinta Ruhama Amelz (Instagram/@cintaruhamaamelz)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Influencer dan content creator Cinta Ruhama Amelz mendadak jadi perhatian publik. Perempuan yang akrab disapa Tara itu secara terbuka membagikan pengalaman traumatis yang ia alami tujuh tahun silam melalui akun Instagram pribadinya pada 12 Februari 2026.

Pengakuan tersebut langsung memicu gelombang respons warganet. Banyak pihak menyampaikan dukungan atas keberaniannya berbicara setelah bertahun-tahun memilih diam.

Kasus ini pun cepat menyebar di berbagai platform digital karena dalam pernyataannya Tara menyebut dugaan keterlibatan figur yang memiliki posisi penting di dunia hiburan dan perusahaan.

Sosok Tara di Dunia Digital

Tara dikenal sebagai influencer, content creator, pendongeng budaya, sekaligus seniman yang cukup aktif di media sosial. Ia rutin membagikan konten seputar gaya hidup, budaya, dan keseharian kepada puluhan ribu pengikutnya di Instagram.

Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah mengungkap pengalaman pahit tersebut ke ruang publik. Tara mengaku keberanian untuk bersuara baru muncul setelah melalui proses panjang secara pribadi, termasuk pergulatan emosional yang tidak mudah.

Kronologi Kejadian Versi Pengakuan

Dalam unggahannya, Tara membeberkan kronologi yang ia klaim terjadi saat menghadiri acara brand fashion di sebuah klub malam. Peristiwa itu disebut berlangsung di Leon Klab, tepatnya di area yang menurut penuturannya hanya dapat diakses oleh manajemen klub.

Ia mengaku ditarik secara paksa oleh seorang pria berinisial RNDY menuju bagian belakang area klub. Di lokasi tersebut, Tara menyatakan mengalami tindakan rudapaksa. Setelah kejadian, ia mengaku ditinggalkan sendirian hingga kemudian seorang pria lain berinisial BYN datang dan mengantarnya pulang.

Pengakuan inilah yang kemudian menjadi titik awal kasus tersebut viral di media sosial.

Dua Sosok yang Disebut

Dalam keterangannya, Tara menyebut dua inisial yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Sosok berinisial RNDY disebut sebagai pihak yang melakukan tindakan rudapaksa.

Informasi yang beredar di ruang publik menyebut figur ini diduga memiliki jabatan direksi di PT Delahouse Investindo Indonesia, sebuah perusahaan di bidang manajemen dan hiburan.

Belakangan, Tara juga secara terbuka menyebut nama Rendy Brahmantyo sambil mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Sementara itu, BYN disebut sebagai pria yang datang setelah kejadian utama. Tara mengklaim BYN memberikan pil kontrasepsi tanpa penjelasan serta tanpa persetujuannya, yang menurutnya merupakan bentuk kekerasan seksual tambahan.

Respons Publik dan Status Kasus

Sejak pengakuan itu beredar, dukungan kepada Tara terus mengalir dari warganet. Banyak yang menilai keberaniannya membuka pengalaman lama merupakan langkah penting dalam mendorong kesadaran publik mengenai isu kekerasan seksual.

Meski demikian, hingga kini belum terdapat putusan hukum terkait tudingan tersebut. Pihak-pihak yang disebut juga belum memberikan klarifikasi resmi di ruang publik. Kasus ini masih berada pada tahap pengakuan sepihak yang beredar di media sosial.

Pentingnya Praduga Tak Bersalah

Dalam situasi seperti ini, publik diimbau tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Seluruh klaim yang beredar perlu diverifikasi melalui proses hukum yang berlaku agar kebenaran peristiwa dapat dipastikan secara objektif.

Di sisi lain, kasus ini kembali menyoroti pentingnya ruang aman bagi korban untuk bersuara sekaligus mekanisme penanganan yang transparan dan adil.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DSC09705
DPRD Kota Bekasi Peringati HUT ke-29, Tegaskan Sinergi untuk Wujudkan Kota yang Semakin Maju dan Sejahtera
WhatsApp Image 2026-04-21 at 10.15
DPRD Kota Bekasi Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan dan Akuntabilitas
WhatsApp Image 2026-06-22 at 16.00
DPRD Kota Bekasi Apresiasi Pentas Seni SDN Kali Baru III, Dorong Lahirnya Generasi Kreatif dan Berprestasi
WhatsApp Image 2026-06-25 at 15.49
DPRD Kota Bekasi Perketat Pengawasan Penyaluran Dana Hibah RW Rp100 Juta Tahun Anggaran 2026
DSC06952
DPRD Kota Bekasi Minta Klarifikasi Dugaan Pemotongan TPP dan Pelecehan Seksual di Satpol PP
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun
WhatsApp Image 2026-07-08 at 14.32
Diskominfo Kota Bandung dan Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Penataan Fiber Optik dan Transformasi Digital
WhatsApp Image 2026-07-07 at 15.13
Farhan Salurkan Bantuan Baznas Rp25 Juta untuk Korban Kebakaran Ponpes Al-Falah Dago