Kesehatan mental di Era Digitalisai

-

Tidak ada video disisipkan.

SUAR MAHASISWA AWARDS — Isu kesehatan, terutama kesehatan mental, kerap menjadi topik pembicaraan yang sering diperbincangkan. Kesehatan mental tidak hanya merujuk pada kasus gangguan jiwa berat. Sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa menjelaskan bahwa kesehatan jiwa ialah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut mampu menyadari kemampuan dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif untuk komunitasnya. Dengan kata lain, kesehatan mental berperan penting dalam menentukan produktivitas individu.

Pentingnya kesehatan mental menjadi semakin disorot dalam era digital ini, dimana teknologi memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi dan interaksi, namun juga membawa dampak baru terhadap kesejahteraan psikologis individu. Kemajuan teknologi yang pesat memungkinkan individu untuk dengan mudah mengakses berbagai hal, termasuk melalui media sosial. Media sosial bukan hanya mengubah cara individu berkomunikasi dan berinteraksi, tetapi juga mengubah persepsi mereka tentang diri sendiri dan kesehatan mental mereka. Karena mudahnya akses informasi terkait kesehatan mental ini juga menyebabkan terjadinya peningkatan fenomena self-diagnose di kalangan individu.

Self-diagnose merupakan kondisi saat seseorang mengidentifikasi kondisi kesehatannya sendiri dengan mengacu pada sumber-sumber non-resmi seperti informasi dari keluarga, teman, internet, atau pengalaman masa lalu, dan membandingkannya dengan gejala yang mereka alami (Annury, dkk., 2022). Secara kognitif, self-diagnose bisa menyebabkan kebingungan pada individu terkait kondisi kesehatannya dan menimbulkan pandangan negatif terhadap diri sendiri.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Derek Flanzraich, pendiri greatest.com, sebanyak 37% responden menyatakan bahwa mereka kadang-kadang melakukan self-diagnose,
sementara 44% mengungkapkan kekhawatiran setelah melihat informasi tersebut (Normansyah, 2021). Kasus perilaku self-diagnose dalam masalah kesehatan mental semakin meningkat di kalangan remaja generasi (Maskanah, 2022). Fenomena ini terjadi karena remaja generasi Z sangat dipengaruhi oleh informasi mengenai gangguan mental yang tersebar luas di internet. Dampaknya dapat merugikan remaja generasi Z, termasuk kesalahan dalam mendiagnosis masalah, penanganan yang tidak tepat, potensi risiko untuk mengalami gangguan lain, serta kemungkinan terjadinya kesalahpahaman terhadap gangguan mental (Sadida, 2021).

Dalam penelitian mengenai “Tren Self-Diagnosis di Media Sosial Twitter yang Dilakukan oleh Remaja di Bandung” oleh Normansyah, dengan melibatkan enam informan, ditemukan bahwa ada dua faktor yang menjadi penyebab remaja melakukan self-diagnose, yakni faktor internal dan pengaruh lingkungan sekitar. Selain itu, remaja juga memiliki keinginan untuk mendapatkan perhatian, memenuhi kepuasan diri, dan ingin dikenali oleh orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku self-diagnose remaja di Bandung dianggap wajar, terutama karena didukung oleh teknologi yang memudahkan akses informasi sebelum melakukan tindakan self-diagnosis (Normansyah, 2021).

Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang kesehatan mental dan pengaruh teknologi terhadap perilaku self-diagnose menjadi krusial dalam membentuk langkah- langkah yang tepat. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah memberikan arahan kepada individu yang melakukan self-diagnose untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan digital seperti Halodoc, Alodokter, atau BPJS Kesehatan. Melalui aplikasi tersebut, individu dapat dengan mudah berkonsultasi dengan terapis atau profesional kesehatan mental secara online, sehingga memperoleh bantuan dan panduan yang tepat saat merasa perlu perhatian lebih lanjut terhadap kondisi kesehatan mental mereka.

Penulis: 

Anisa Rahmawati Rahayu 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025