Kemendag dan Pengusaha Kompak Ungkap Penyebab Banyak Supermarket Gulung Tikar

Kemendag dan Pengusaha Kompak Ungkap Penyebab Banyak Supermarket Gulung Tikar
Ilustrasi_supemarket Buah Segar (all fresh)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyebut tingginya biaya operasional dan ketatnya persaingan dengan peritel besar sebagai penyebab utama.

“Karena satu, mungkin costing-nya besar. Misalnya tokonya cuma 10. Tidak bisa bersaing dengan yang tokonya banyak,” ujar Budihardjo.

Selain itu, pergeseran perilaku belanja masyarakat ke platform online menjadi tantangan bagi ritel konvensional. Meski begitu, ia menegaskan bahwa toko offline tetap relevan dan kini juga mulai merambah ke kanal digital.

Di tengah tantangan tersebut, Budihardjo tetap optimistis terhadap prospek ritel nasional. Ia menilai, besarnya populasi Indonesia menjadi pasar domestik yang potensial, ditambah peluang ekspor yang semakin terbuka. Ia memperkirakan segmen personal care bisa tumbuh hingga 10% berkat penjualan online, sementara minimarket sekitar 8%–9%.

Baca Juga:

Kemendag: Harga Tembaga Melonjak di Pasar Global, Periode Pertama April 2025

Harga Pangan Senin, Bawang Merah Rp 36.000/Kg, Telur Ayam Rp 25.900/Kg

“Kami juga berharap efisiensi anggaran pemerintah bisa dikaji ulang agar ekonomi kembali bergairah,” ujarnya.

Sejumlah jaringan ritel besar yang telah menutup atau mengurangi jumlah gerainya antara lain Giant, Matahari Department Store, Alfamart, GS Supermarket, dan Lulu Hypermarket.

Sementara itu, Menanggapi kondisi ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berjanji akan melakukan evaluasi dan harmonisasi regulasi, terutama antara distribusi konvensional dan perdagangan sistem elektronik (PSME).

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan langkah strategis, yakni evaluasi dan harmonisasi regulasi terkait distribusi barang secara konvensional dan perdagangan melalui sistem elektronik,” kata Direktur Bina Usaha Perdagangan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Septo Soepriyatno, Seperti dikutip Teropongmedia.

Kemendag juga akan memperkuat kolaborasi dengan asosiasi ritel, serta memberikan pendampingan berbasis data kepada pelaku usaha agar siap beradaptasi dalam ekosistem digital. Selain itu, promosi belanja lokal dan gerakan nasional berbelanja dalam negeri juga akan digencarkan. (Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City