Kebijakan Dedi Mulyadi Donasi Rp1.000 Fokus Kesehatan dan Pendidikan, Apa Kabar Program dari Pemprov?

dedi mulyadi donasi (2)
(Pemprov Jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Program donasi ” Rereongan Sapoe Sarebu” yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga masyarakat luas secara sukarela memberi iuran sebesar Rp 1.000 per hari.

Donasi sukarela itu, sebagai bentuk untuk mewujudkan solidaritas sosial dengan fokus pemanfaatan untuk bantuan pendidikan dan kesehatan. Namun, program itu tak surut dari pertanyaan publik.

Anggota DPRD Jabar Zaini Shofari pun juga mengkritik program yang dilahirkan oleh mantan Bupati Purwakarta tersebut Menurutnya, gerakan itu menunjukkan ketidakmampuan Pemprov Jabar dalam memenuhi kewajiban dasarnya.

“Artinya kan ketidakmampuan pemerintah provinsi dalam mengelola tata keuangan, sehingga masyarakat terus dilibatkan dalam penyediaan anggaran sampai eksekusinya. Padahal pajak apapun, masyarakat sudah hantarkan, sudah dilibatkan,” kata Zaini, mengutip Antara, Minggu (05/10/2025).

Program Pemprov sebelum Kebijakan Donasi Dedi Mulyadi Diedarkan

Jika melihat dari konsen utama donasi sebesar Rp 1.000 untuk membantu kesehatan dan pendidikan, padahal Pemprov Jabar memiliki program bantuan untuk kedua aspek tersebut.

Beragam bantuan pendidikan telah dijalankan, mulai dari beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dukungan bagi santri tidak mampu, hingga bantuan materiil seperti seragam, buku, dan sepatu untuk siswa dari keluarga miskin.

Melansir Laman Pemprov Jabar, berikut program bantuan dari Pemprov Jabar antara lain:

1. Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS)

Program JFLS merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov Jabar terhadap mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu. Beasiswa ini mencakup jenjang pendidikan D3, D4, S1, S2, hingga S3, baik untuk prestasi akademik maupun non-akademik.

Melalui JFLS, Pemprov Jabar mendorong lahirnya generasi muda berkarakter dan berdaya saing tinggi yang mampu menjadi pemimpin masa depan di berbagai bidang.

2. Bantuan untuk Santri Kurang Mampu

Selain mahasiswa, Pemprov Jabar juga memperhatikan santri dari kalangan tidak mampu. Program ini ditujukan untuk membantu biaya pendidikan santri warga Jawa Barat, termasuk kebutuhan pokok seperti pembelian kitab, perlengkapan pesantren, dan kebutuhan harian lainnya.

BACA JUGA:

Dedi Mulyadi Inisiasi Donasi Rp1.000, Sistem Penyalur Gimana?

Kebijakan KDM Donasi Seribu Per Hari Dihujani Kritik Tajam dari Legislator Sampai Warganet

Bantuan ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda.

3. Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU)

Melalui program BPMU, Pemprov Jabar memberikan hibah kepada sekolah swasta untuk menutupi biaya pendidikan siswa yang tidak mampu di tingkat pendidikan menengah.

Program ini bertujuan memperluas pemerataan akses pendidikan agar siswa dari keluarga prasejahtera tetap bisa melanjutkan sekolah tanpa terbebani biaya.

4. Bantuan Seragam, Sepatu, dan Buku Sekolah

Selain bantuan biaya, Pemprov Jabar juga menyalurkan bantuan materiil berupa seragam sekolah, sepatu, dan buku pelajaran bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem.

Penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan data yang diverifikasi secara akurat, sehingga tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

5. Bantuan SPP Gratis dan Biaya Pendidikan

Sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan gratis dan inklusif, Pemprov Jabar juga melaksanakan program pembebasan SPP bagi siswa kurang mampu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam pemerataan kesempatan belajar, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi.

Untuk diketahui, adapun syarat dan kriteria bantuan:

1. Pendaftaran Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS)

Untuk mendapatkan beasiswa JFLS, calon peserta perlu:

  • Membuat akun resmi melalui situs web JFLS.

  • Mengisi data pribadi dan dokumen pendukung sesuai ketentuan.

  • Mengikuti proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi dan penilaian prestasi.

Seleksi dilakukan secara transparan agar peluang diberikan secara adil kepada mahasiswa yang memenuhi syarat.

2. Penyaluran Bantuan BPMU

Untuk program BPMU, mekanisme penyaluran dilakukan melalui pihak sekolah. Sekolah yang telah terdaftar dan memenuhi kriteria akan menjadi perantara dalam distribusi dana kepada siswa penerima manfaat.

Dengan cara ini, sekolah dapat langsung memastikan bahwa bantuan digunakan untuk menutupi kebutuhan biaya pendidikan siswa kurang mampu.

3. Bantuan untuk Santri Kurang Mampu

Bantuan bagi santri tidak mampu disalurkan melalui kerja sama antara Pemprov Jabar dan lembaga keagamaan atau pesantren yang telah terverifikasi.

Santri penerima bantuan dapat memperoleh dana pendidikan, perlengkapan belajar, hingga dukungan biaya hidup selama masa pendidikan berlangsung.

Program bantuan ini menunjukkan komitmen serius Pemprov Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak Jawa Barat yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan setiap program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Pemprov Jabar juga terus melakukan evaluasi dan peningkatan sistem bantuan pendidikan, agar ke depan mampu menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa di seluruh wilayah provinsi.

Program donasi ” Rereongan Sapoe Sarebu” yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga masyarakat luas secara sukarela memberi iuran sebesar Rp 1.000.

Donasi sukarela itu, sebagai bentuk untuk mewujudkan solidaritas sosial dengan fokus pemanfaatan untuk bantuan pendidikan dan kesehatan. Namun, program itu tak surut dari pertanyaan publik.

Anggota DPRD Jabar Zaini Shofari pun juga mengkritik program yang dilahirkan oleh mantan Bupati Purwakarta tersebut Menurutnya, gerakan itu menunjukkan ketidakmampuan Pemprov Jabar dalam memenuhi kewajiban dasarnya.

“Artinya kan ketidakmampuan pemerintah provinsi dalam mengelola tata keuangan, sehingga masyarakat terus dilibatkan dalam penyediaan anggaran sampai eksekusinya. Padahal pajak apapun, masyarakat sudah hantarkan, sudah dilibatkan,” kata Zaini, mengutip Antara, Minggu (05/10/2025).

Jika melihat dari konsen utama donasi sebesar Rp 1.000 untuk membantu kesehatan dan pendidikan, padahal Pemprov Jabar memiliki program bantuan untuk kedua aspek tersebut.

Beragam bantuan pendidikan telah dijalankan, mulai dari beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dukungan bagi santri tidak mampu, hingga bantuan materiil seperti seragam, buku, dan sepatu untuk siswa dari keluarga miskin.

Melansir Laman Pemprov Jabar, berikut program bantuan dari Pemprov Jabar antara lain:

1. Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS)

Program JFLS merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov Jabar terhadap mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu. Beasiswa ini mencakup jenjang pendidikan D3, D4, S1, S2, hingga S3, baik untuk prestasi akademik maupun non-akademik.

Melalui JFLS, Pemprov Jabar mendorong lahirnya generasi muda berkarakter dan berdaya saing tinggi yang mampu menjadi pemimpin masa depan di berbagai bidang.

2. Bantuan untuk Santri Kurang Mampu

Selain mahasiswa, Pemprov Jabar juga memperhatikan santri dari kalangan tidak mampu. Program ini ditujukan untuk membantu biaya pendidikan santri warga Jawa Barat, termasuk kebutuhan pokok seperti pembelian kitab, perlengkapan pesantren, dan kebutuhan harian lainnya.

Bantuan ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda.

3. Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU)

Melalui program BPMU, Pemprov Jabar memberikan hibah kepada sekolah swasta untuk menutupi biaya pendidikan siswa yang tidak mampu di tingkat pendidikan menengah.

Program ini bertujuan memperluas pemerataan akses pendidikan agar siswa dari keluarga prasejahtera tetap bisa melanjutkan sekolah tanpa terbebani biaya.

4. Bantuan Seragam, Sepatu, dan Buku Sekolah

Selain bantuan biaya, Pemprov Jabar juga menyalurkan bantuan materiil berupa seragam sekolah, sepatu, dan buku pelajaran bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem.

Penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan data yang diverifikasi secara akurat, sehingga tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

5. Bantuan SPP Gratis dan Biaya Pendidikan

Sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan gratis dan inklusif, Pemprov Jabar juga melaksanakan program pembebasan SPP bagi siswa kurang mampu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam pemerataan kesempatan belajar, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi.

Untuk diketahui, adapun syarat dan kriteria bantuan:

1. Pendaftaran Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS)

Untuk mendapatkan beasiswa JFLS, calon peserta perlu:

  • Membuat akun resmi melalui situs web JFLS.

  • Mengisi data pribadi dan dokumen pendukung sesuai ketentuan.

  • Mengikuti proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi dan penilaian prestasi.

Seleksi dilakukan secara transparan agar peluang diberikan secara adil kepada mahasiswa yang memenuhi syarat.

2. Penyaluran Bantuan BPMU

Untuk program BPMU, mekanisme penyaluran dilakukan melalui pihak sekolah. Sekolah yang telah terdaftar dan memenuhi kriteria akan menjadi perantara dalam distribusi dana kepada siswa penerima manfaat.

Dengan cara ini, sekolah dapat langsung memastikan bahwa bantuan digunakan untuk menutupi kebutuhan biaya pendidikan siswa kurang mampu.

3. Bantuan untuk Santri Kurang Mampu

Bantuan bagi santri tidak mampu disalurkan melalui kerja sama antara Pemprov Jabar dan lembaga keagamaan atau pesantren yang telah terverifikasi.

Santri penerima bantuan dapat memperoleh dana pendidikan, perlengkapan belajar, hingga dukungan biaya hidup selama masa pendidikan berlangsung.

Program bantuan ini menunjukkan komitmen serius Pemprov Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak Jawa Barat yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan setiap program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kemudian, Bantuan kesehatan dari Pemprov Jabar meliputi program unggulan seperti Cek Kesehatan Gratis (Medical Check Up) di Puskesmas, program rumah tangga seperti Layad Rawat dengan menghubungi 119, serta asuransi ketenagakerjaan untuk pekerja informal dan Posko Pengaduan Masalah Sosial di Gedung Sate. 

Program-program unggulan, meliputi:
  • Cek Kesehatan Gratis (Medical Check Up):
    Masyarakat dapat memeriksakan kesehatan secara gratis di puskesmas sesuai dengan kelompok usia masing-masing, bertujuan untuk pencegahan penyakit. 

  • Layad Rawat:
    Layanan kesehatan di rumah dengan menghubungi nomor darurat 119. Dokter dan perawat puskesmas akan mendatangi rumah pasien untuk memberikan perawatan yang dibutuhkan. 

  • Asuransi Ketenagakerjaan:
    Pemprov Jabar bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan asuransi kepada pengemudi ojek dan pedagang keliling, meliputi pengobatan kecelakaan kerja dan penggantian penghasilan. 

  • Posko Pengaduan Masalah Sosial:
    Sejak 6 Oktober 2025, Gedung Sate membuka posko untuk pengaduan masalah kesehatan, pendidikan, dan hukum. 

Cara mengakses bantuan:
  • Untuk Cek Kesehatan Gratis: Kunjungi puskesmas terdekat dengan membawa KTP pada tanggal lahir . 
  • Untuk Layad Rawat: Hubungi nomor 119 untuk mendapatkan kunjungan dokter dan perawat ke rumah. 
  • Untuk Asuransi Ketenagakerjaan: Daftarkan diri sebagai penerima asuransi di fasilitas kesehatan atau melalui mekanisme yang ditentukan oleh pemerintah daerah. 
  • Untuk Pengaduan Masalah Kesehatan: Kunjungi Posko Pengaduan di Gedung Sate selama jam kerja. 

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City