BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus pembunuhan Irene Yola Lestaluhu (20) yang diduga dilakukan oleh anggota TNI AL, Kelasi Satu Agung Suyono (23), akan kembali direkonstruksi oleh Lantamal XIV/Sorong.
Rekonstruksi ulang ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/2/2025) atas permintaan Oditurat Militer (Otmil) IV-21 Manokwari.
“Kami berencana menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian pembunuhan di Pantai Saoka, Kota Sorong. Perintah rekonstruksi ulang datang dari Oditurat Militer, meskipun alasan pastinya belum sepenuhnya jelas,” ujar Kadispen Koarmada III, Letkol Laut (S) Ajik Sismianto, kepada wartawan pada Rabu (26/2/2025).
Ajik menjelaskan bahwa sebelumnya rekonstruksi kasus ini telah dilakukan di Lantamal XIV Sorong pada Senin (20/1). Namun, rekonstruksi ulang kali ini kemungkinan bertujuan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilanjutkan ke tahap hukum berikutnya.
Sementara itu, Komandan PM-AL Lantamal XIV/Sorong, Letkol (CPM) Dian Sumpena, menyatakan bahwa proses rekonstruksi akan digelar oleh tim dari Polisi Militer Angkatan Laut (PM-AL) Lantamal XIV/Sorong. Namun, ia belum dapat memastikan apakah pihak Oditurat Militer Manokwari akan hadir langsung dalam proses tersebut.
“Rekonstruksi akan dilakukan oleh tim dari PM AL Lantamal XIV/Sorong. Untuk kehadiran pihak Oditurat Militer, kami belum mendapatkan konfirmasi,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat keterlibatan anggota militer dalam tindak pidana berat. Proses rekonstruksi ulang diharapkan dapat memperjelas kronologi kejadian dan memastikan keadilan bagi korban.
BACA JUGA:
Markas TNI dan Polri Diserang Warga, Diduga Terkait Pembunuhan Anggota OPM di Karubate
Diberitakan sebelumnya, rekonstruksi sempat digelar di Lantamal XIV Sorong, Senin (20/1). Pelaku sempat menangis saat memperagakan aksinya membunuh Kesia.
Saat itu, pelaku awalnya menceritakan momen dirinya menghentikan mobil yang dikendarainya lalu melakukan hubungan seksual dengan korban di samping mobil.
Ia menceritakan peristiwa pembunuhan yang dilakukannya dengan suara terbata-bata. Sesekali, Agung mengusap air matanya dengan kedua tangannya yang terborgol.
“Saat tiba di lokasi kejadian, saya membuka pintu dan keluar dikuti oleh korban. Baju korban diangkat dan kami melakukan hubungan,” kata Agung saat rekonstruksi.
Tak lama setelah itu, pelaku dan korban kembali melakukan hubungan seksual yang kedua. Namun pelaku langsung menikam korban menggunakan karambit secara membabi buta.
“Setelah melakukan hubungan pertama dan kedua, saya mengambil karambit dan menghujamkan ke bagian belakang korban sambil menyeret korban menuju arah pantai,” kata Agung yang berurai air mata.
Agung menambahkan, kemudia ia menyeret korban menuju pantai hingga ke laut, lalu membaringkannya. Ia juga menyebut bahwa dirinya sempat dua kali kembali untuk melihat korban dan merasa panik.
(Virdiya/Budis)