Kades Lamongan Nyaris Diamuk Massa, Diduga Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar!

Kades Lamongan
Warga menyegel balai desa dan menuntut pengunduran diri. (Instagram/info_lamongan)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ratusan warga Desa Blawirejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, mengamuk dan menggeruduk kantor balai desa, Selasa (31/3/2026).

Aksi tersebut dipicu dugaan korupsi dana desa sebesar Rp1 miliar yang menyeret Kepala Desa, Ali Rohman.

Situasi sempat memanas hingga nyaris berujung aksi kekerasan terhadap sang kepala desa.

Janji Pengembalian Dana Tak Ditepati

Warga datang menagih janji yang sebelumnya disampaikan oleh Ali Rohman, yakni mengembalikan dana dan mundur dari jabatan paling lambat 31 Maret 2026.

Namun hingga tenggat waktu berakhir, janji tersebut tak kunjung direalisasikan.

“Penyebabnya kades korupsi. Kades berjanji akan mengembalikan dana sebesar Rp1 miliar dan mundur tepat tanggal 31 Maret, tetapi tidak ditepati,” ujar perwakilan warga, Kusman.

Balai Desa Dirusak dan Disegel

Kekecewaan warga berubah menjadi aksi anarkis. Sejumlah fasilitas kantor desa seperti kursi dan perlengkapan lainnya dirusak.

Tak hanya itu, warga juga melakukan penyegelan balai desa sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah desa.

Aksi ini mencerminkan memuncaknya krisis kepercayaan warga terhadap kepemimpinan desa.

Kades Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Ketegangan mencapai puncak saat Ali Rohman nyaris menjadi sasaran amukan warga.

Beruntung, aparat gabungan yang berjaga di lokasi bergerak cepat mengamankan situasi dan mengevakuasi kepala desa ke tempat yang lebih aman.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Baca Juga:

Kasus Dugaan Mafia Tanah, PT Pakuwon Jati Dipanggil DPR Terkait Lahan 1,7 Ha

Fakta Baru Kasus Pencabulan Guru Ngaji Kebumen, Korban Jadi 13 Anak

Dugaan Korupsi Sejak 2020

Warga menduga penyimpangan dana desa telah berlangsung sejak 2020 hingga 2026 dengan nilai mencapai Rp1 miliar.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dana publik yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Meski situasi mulai kondusif, warga tetap menyegel balai desa dan menegaskan tidak akan membuka segel sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Tekanan publik diperkirakan masih akan berlanjut hingga ada kejelasan hukum dan sikap resmi dari pihak terkait.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City