BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi ledakan pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026.
Dari total populasi Jawa Barat yang mencapai sekitar 50,75 juta jiwa, sebanyak 24,86 juta warga atau sekitar 51% diprediksi akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Sekitar 96,7% dari total pergerakan di Jawa Barat bertujuan untuk pulang kampung (mudik). Sisanya digunakan untuk wisata (1,93%) dan silaturahmi tanpa menginap (1,11%).
Kabupaten Bogor diprediksi menjadi titik asal pemudik terbesar di Jawa Barat dengan kontribusi sekitar 4,2 juta orang (16%).
Secara nasional, Jawa Tengah tetap menjadi tujuan favorit utama bagi para pemudik yang berangkat dari Jawa Barat dan Jabodetabek.
Kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama. Secara nasional, diprediksi 76,24 juta orang menggunakan mobil pribadi dan 24,08 juta orang menggunakan sepeda motor.
Baca Juga:
Menhub: 36 Ribu Lebih Armada Disiapkan untuk Layani Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
Jelang Mudik Lebaran 2026, Kemenhub dan Kemenkes Siapkan Posko Medis di Terminal hingga Bandara
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, beberapa langkah strategis telah disiapkan:
Pemprov Jabar menjamin jalan provinsi akan bebas lubang dan memiliki penerangan yang cukup sebelum arus mudik dimulai.
Polda Jabar telah menyiapkan skema one way dan contraflow di tol Trans Jawa, serta pengamanan di jalur arteri (Pantura dan Jalur Selatan).
Terdapat usulan untuk meliburkan sopir angkot dan kusir delman di jalur utama mudik dengan pemberian kompensasi guna mengurangi titik kemacetan.
Secara nasional, Kementerian Perhubungan memprediksi total pemudik tahun 2026 akan mencapai 143,9 juta orang, dengan Jawa Barat sebagai provinsi asal pemudik terbesar secara persentase nasional.










