Jalan Rusak 20 Tahun di Lebak Banten, Warga Tagih Janji

jalan rusak lebak banten
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEREOPONGMEDIA.ID — Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan. Warga Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, mengeluhkan jalan rusak yang disebut telah berlangsung selama belasan hingga puluhan tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Kerusakan jalan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga perdagangan.

Jalan Penghubung Tiga Desa Rusak Berat

Jalan sepanjang hampir 1 kilometer yang menghubungkan Desa Sukadaya, Tambakbaya, dan Sukarendah dilaporkan berada dalam kondisi rusak berat.

Permukaan jalan dipenuhi lubang, sementara lapisan aspal nyaris tak terlihat. Saat musim hujan, ruas jalan berubah menjadi lumpur licin. Sebaliknya, ketika kemarau datang, debu tebal beterbangan dan membahayakan pengguna jalan.

Kondisi ini membuat mobilitas warga menjadi sulit dan berisiko.

Anak Sekolah dan Petani Terdampak

Seorang warga setempat, Tuti (52), mengatakan kerusakan jalan telah terjadi selama 15 hingga 20 tahun dan belum pernah diperbaiki secara layak.

“Sudah hampir 15 sampai 20 tahun jalan ini rusak dan belum pernah ada perbaikan dari pemerintah. Anak sekolah sampai harus berjalan tanpa sepatu, petani kesulitan membawa hasil panen, pedagang juga ikut terdampak,” ujarnya, melansir Berita Satu, Minggu (19/4/2026).

Keluhan tersebut menggambarkan bahwa dampak kerusakan jalan tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi dan masa depan pendidikan anak-anak.

Drainase Buruk Perparah Kerusakan

Selain badan jalan yang rusak, warga juga menyoroti buruknya sistem drainase di lokasi. Saluran air yang tidak berfungsi menyebabkan genangan dan mempercepat kerusakan jalan.

“Selokannya enggak pernah dibetulin,” kata Tuti.

Genangan air disebut kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.

Warga Pernah Protes dengan Replika Kuburan

Karena tak kunjung diperbaiki, warga mengaku sempat melakukan berbagai upaya swadaya, seperti menimbun jalan menggunakan puing material.

Mereka juga pernah menggelar aksi protes simbolik dengan membuat replika kuburan di tengah jalan rusak sebagai bentuk kekecewaan.

“Kami pernah membuat replika kuburan di jalan sebagai bentuk kekecewaan. Waktu itu dijanjikan tiga bulan diperbaiki, tetapi sampai setahun belum ada realisasi,” ungkapnya.

Usulan Berulang Kali Ditolak

Staf Desa Sukadaya, Iyan, menjelaskan bahwa pihak desa telah berulang kali mengajukan usulan perbaikan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Namun, usulan tersebut belum juga disetujui.

“Sejak 2023 sampai Januari 2025, usulan terus ditolak karena tidak masuk SK. Padahal koordinat sudah jelas dan prosedur sudah diikuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Lebak sempat datang melakukan survei dan pengukuran, serta menjanjikan pembangunan pada Maret 2026. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Ketimpangan Pembangunan Jadi Sorotan

Warga juga menilai pembangunan infrastruktur justru terlihat di desa lain yang lokasinya tidak jauh dari wilayah mereka. Hal itu memicu rasa ketidakadilan.

“Desa lain sudah dibangun meskipun belum selesai. Kampung kami tidak pernah diperhatikan,” kata warga.

Sentimen ini menunjukkan pentingnya pemerataan pembangunan, terutama di wilayah perdesaan yang sangat bergantung pada akses jalan.

Baca Juga:

Maling Berkedok Tamu, Lansia di Cijerah Kehilangan Ratusan Juta

Total panjang jalan rusak di Desa Sukadaya diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer, dengan titik terparah berada di Kampung Suminta.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten segera mengambil langkah konkret agar jalan dapat segera diperbaiki.

“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki agar layak dilalui. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari melewati jalan ini,” pungkas warga.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara