Bandung di Medsos Cantik, di Lapangan Trotoarnya Bikin Geleng-Geleng

Bandung di Medsos Cantik, di Lapangan Trotoarnya Bikin Geleng-Geleng, Waduh Kok Bisa?
Kondisi jalan Trotoar di jalan Dago Kota Bandung (Muhammad amni fii imani /UNIBI/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bandung selama ini identik dengan kota kreatif, destinasi wisata, dan nuansa estetis yang kerap viral di media sosial. Foto-foto taman kota yang rapi, jalanan yang bersih, hingga pedestrian yang tampak modern bertebaran di Instagram dan TikTok. Namun, realitas di lapangan sering kali jauh dari narasi tersebut.

Di sejumlah titik, trotoar Bandung justru memprihatinkan. Banyak yang rusak, permukaannya tak rata, atau malah berubah fungsi. Alih-alih menjadi jalur aman bagi pejalan kaki, trotoar justru dipenuhi hambatan. Pohon yang menjorok, tiang listrik berdiri di tengah, hingga kendaraan yang parkir sembarangan. Belum lagi kehadiran pedagang kaki lima yang ikut memanfaatkan ruang pejalan kaki sebagai lapak.

Tidak berhenti sampai di situ, jalur khusus tunanetra yang seharusnya membantu penyandang disabilitas, ternyata juga kerap terpasang asal-asalan. Jalur berwarna kuning yang dikenal sebagai guiding block ini, di beberapa lokasi malah berakhir di depan tiang listrik, menempel di tepi selokan, atau terhenti di pohon besar. Alih-alih membantu, jalur tersebut justru bisa membahayakan pengguna.

Baca Juga:

Rahasia di Balik Kota Bandung Tetap Punya Taman Cantik

Ancaman Sesar Lembang, Ini 6 Titik Tempat Evakuasi Gempa di Bandung

“Ya emang ada bentukannya(trotoar) gitu. Ada wujudnya. tapi kaya asal aja dibikin, kaya bukan dibuat demi kenyamanan masyarakat,” ungkap Arya, seorang pejalan kaki yang kerap melintasi kawasan Dago.

Ia mengaku sering kali harus berjalan di jalan raya karena trotoar tidak bisa dilalui.

“Kadang-kadang harus turun ke jalan karena ada pohon ngehalangin, trotoarnya rusak, ada yang parkir, ada yang jualan,” sambungnya.

Arya juga menyoroti jalur untuk tunanetra yang justru berbahaya.

“Saya pernah lihat jalan kuning tuh, yang khusus penyandang tunanetra, mepet sama selokan. Ada juga yang mentok ke pohon sama tiang listrik,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin karena jalur yang seharusnya mempermudah mobilitas disabilitas justru bisa menjadi jebakan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan. Apakah Bandung benar-benar ramah pejalan kaki? Kota yang mengusung identitas kreatif dan inovatif ini ternyata masih menyimpan pekerjaan rumah besar dalam hal penyediaan fasilitas publik yang layak. Di tengah upaya menjadikan Bandung kota wisata unggulan, kenyamanan pedestrian seolah bukan prioritas utama.

Kondisi trotoar yang semrawut bukan hanya soal estetika. Ini juga berkaitan dengan keselamatan. Banyak pejalan kaki, termasuk anak-anak dan lansia, terpaksa berjalan di badan jalan akibat trotoar yang tidak bisa digunakan. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, apalagi di ruas jalan dengan arus kendaraan yang padat.

Lebih jauh, tata kelola fasilitas publik yang tidak inklusif juga mengesampingkan hak-hak kelompok rentan. Penyandang disabilitas, yang seharusnya mendapatkan kemudahan dalam mobilitas, justru menghadapi rintangan tambahan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan infrastruktur harus melibatkan perspektif inklusif agar benar-benar bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.

Bandung boleh jadi cantik di mata warganet, tetapi bagi mereka yang melangkah di jalanan setiap hari, keindahan itu terasa semu. Jika tidak ada perbaikan serius, label kota ramah pejalan kaki dan kota kreatif hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Penulis:

Muhammad amni fii imani
Jurusan ilmu komunikasi
Kampus UNIBI

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City