BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal imsak merupakan hal yang penting ketika ingin menjalankan ibadah puasa, terutama pada bulan Ramadan. Jadwal imsak Ramadan 1446 H di Kabupaten Pangandaran bisa menjadi pengingat sahur bagi masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.
Imsakiyah wilayah Pangandaran dan sekitarnya, pada Rabu (26/3/2025) pukul 04.24 WIB. Ibadah selama bulan Ramadan tidak hanya berupa puasa sepanjang siang sejak fajar shadiq terbit hingga matahari terbenam, tapi juga juga dapat menambah ibadah di malam hari.
Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, dosa-dosanya yang telah lampau akan diampuni” (H.R. Bukhari).
Saat malam tiba, banyak ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam di Kab. Pangandaran. Selain shalat tarawih dan witir, kita bisa menambah tadarus Al-Qur’an, membaca zikir dan doa, serta shalat tahajud.
Ibadah sepanjang puasa Ramadhan yang tahun ini berlangsung pada Maret 2025, akan lebih berkah jika dijalani ketertiban. Termasuk di antaranya, tertib dalam waktu sahur dan jam buka puasa.
Berikut ini adalah jadwal imsak di wilayah Pangandaran selama bulan Ramadan.
Jadwal Imsak Ramadan di Kab. Pangandaran Tahun 2025

Sejarah Penentuan Waktu Salat dan Puasa dalam Islam
Sejak zaman Rasulullah ﷺ, umat Islam menentukan waktu salat dan puasa dengan mengamati fenomena alam, seperti posisi matahari dan perubahan warna langit, bukan berdasarkan jam seperti sekarang.
1. Penentuan Waktu Salat di Zaman Rasulullah
Waktu salat sudah ditetapkan sejak awal Islam melalui wahyu yang diberikan kepada Rasulullah ﷺ. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)
Rasulullah ﷺ dan para sahabat menentukan waktu salat dengan mengamati pergerakan matahari, seperti berikut:
- Subuh → Umat Islam memulai salat saat fajar shadiq muncul (cahaya putih memanjang di ufuk timur) dan mengakhirinya sebelum matahari terbit.
- Zuhur → Mereka melaksanakan salat ketika matahari tergelincir ke barat (saat bayangan benda mulai bergeser) hingga sebelum masuk waktu Asar.
- Asar → Umat Islam menunaikan salat saat bayangan suatu benda sama panjang atau lebih dari bendanya hingga menjelang matahari terbenam.
- Magrib → Mereka mendirikan salat setelah matahari benar-benar terbenam hingga cahaya merah di langit menghilang.
- Isya → Umat Islam menunaikan salat setelah cahaya merah di langit hilang hingga menjelang fajar.
Pada masa Rasulullah, Bilal bin Rabah bertugas mengumandangkan azan sebagai tanda masuknya waktu salat. Tidak ada alat penunjuk waktu seperti jam, sehingga umat Muslim saat itu mengandalkan posisi matahari dan bayangan benda sebagai penanda.
BACA JUGA:
Simak, Cara Mengatasi Demensia Saat Puasa!
Cerita 1001 Malam: Kisah Abu Nawas Jawab Pertanyaan Aneh Sang Raja
2. Penentuan Waktu Puasa di Zaman Rasulullah
Allah mewajibkan puasa Ramadan pada tahun ke-2 Hijriyah. Umat Islam menentukan waktu berpuasa berdasarkan pergerakan matahari, dengan aturan berikut:
- Imsak → Umat Islam menghentikan makan dan minum sebelum azan Subuh, dengan tanda munculnya fajar shadiq.
- Berbuka puasa (Magrib) → Saat matahari terbenam sepenuhnya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila malam datang dari arah sini (timur), siang berlalu dari arah sana (barat), dan matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sejak awal Islam, umat Muslim menentukan waktu puasa dan salat dengan cara sederhana, yaitu mengamati fenomena langit secara langsung.
Mengetahui jadwal imsak wilayah Pangandaran akan mempermudah masyarakat Pangandaran dalam menentukan mulai puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan.
(Virdiya/Budis)