Investigasi Awal Ponpes Al Khoziny: Bangunan Dipaksakan Jadi 3 Lantai, Walhasil Ambruk!

investigasi ponpes ambruk
(Dok BPBD Jatim)
-

Tidak ada video disisipkan.

SIDOARJO, TEROPONGMEDIA.ID — Investigasi awal musibah ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo mengungkap fakta mengejutkan: bangunan yang runtuh pada Senin (29/9/2025) itu awalnya hanya direncanakan satu lantai, namun dipaksakan menjadi tiga lantai tanpa perhitungan struktur yang memadai.

Ahli Teknik Sipil ITS Surabaya, Muji Himawan, yang tergabung dalam tim investigasi, mengonfirmasi hal tersebut.

“Kalau kita lihat sejarah pembangunan, awalnya merupakan bangunan yang direncanakan cuma satu lantai,” kata Muji di lokasi kejadian, dikutip Kamis (2/10/2025).

Beban Melonjak Drastis, Struktur Tak Kuat Menahan

Menurut Muji, penambahan dua lantai baru menyebabkan beban bangunan meningkat secara drastis, jauh melampaui kemampuan struktur awal.

“Nah, ini jadi masalah. Bebannya yang tadinya 100% jadi 200%, bahkan 300%. Itu menyebabkan salah satu faktor utama yang membuat struktur lantai satu dan dua tidak cukup mampu menerima beban yang ada,” jelasnya.

Kegiatan Belajar Berlangsung di Bawah Pengecoran

Fakta lain yang disoroti adalah bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan di lantai dasar, sementara pekerjaan pengecoran lantai tiga masih berlangsung di atasnya.

“Struktur bangunan yang sedang dikerjakan menjadi tidak stabil atau labil. Celakanya, di lantai satu masih dipakai untuk kegiatan belajar dan mengaji,” tegas Muji.

Dugaan Kuat Kelalaian Kontraktor dan Pengurus

Musibah ini diduga kuat akibat kelalaian dua pihak: kontraktor yang dinilai tidak memiliki kompetensi memadai, dan pengurus ponpes yang memaksakan pembangunan tanpa pertimbangan risiko.

“Tentunya ada kelalaian kontraktor. Menurut Undang-Undang Jasa Konstruksi, kontraktor harus punya pengalaman, tenaga ahli, dan alat yang cukup, sehingga bisa menilai ‘oh, ini tidak kuat’ atau ‘ini kuat’,” ujar Muji.

BACA JUGA

Ahli Teknik Sipil ITS: Kegagalan Konstruksi Penyebab Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk

Tak Ada Tanda Kehidupan, 59 Santri Masih Terjebak di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Menteri Agama: Ini Peringatan Keras

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan peristiwa ini tidak boleh terulang.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir. Tidak boleh ada lagi pondok pesantren roboh karena kelalaian atau ketidaksesuaian teknis. Kami di Kementerian Agama akan memperkuat pengawasan ke depan,” tegas Menteri Nasaruddin.

Sebagai langkah awal, Kementerian Agama akan melakukan audit terhadap infrastruktur pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara