BANDUNG BARAT, TEROPONGMEDIA.ID — Wajit Cililin merupakan kudapan manis yang khas berasal dari Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Memiliki rasa yang manis dan legit terbungkus pelepah jagung kering, membuat makanan ini banyak digemari oleh berbagai kalangan.
Namun, dengan adanya perkembangan zaman, makanan tradisional seperti wajit ini perlahan mulai ditinggalkan dan masyarakat cenderung lebih memilih makanan kekinian dan lebih modern.
Berbagai inovasi pun dibuat oleh para pengusaha wajit untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap makanan tradisional ini.
Seperti yang dilakukan oleh Bapak Solihin, seorang pengusaha wajit yang sudah menjalankan usahanya selama 29 tahun.
Anak dari Solihin, Kautsar menjelaskan bahwa mereka berinovasi untuk mengeluarkan berbagai rasa dalam produk wajit buatannya.
“Kita membuat inovasi dalam membuat wajit ini, yaitu membuat berbagai rasa dalam produk kita agar lebih menarik lagi,” ujar Kautsar.
Kautsar juga menambahkan, selain membuat inovasi rasa, mereka juga melakukan transformasi dalam segi pemasarannya, yaitu dengan memasarkan produk di jejaring media sosial dan marketplace, agar bisa menjangkau konsumen yang lebih luas lagi.
“kita juga memasarkan produk kita tidak hanya lewat gerai toko di depan, melainkan kita juga memasarkannya di online, seperti Shopee dan TikTok Shop juga, karena ya gimana lagi kita juga harus terus mengikuti zaman,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kuliner Khas Sunda yang Wajib Kamu Coba!
Kautsar juga mengatakan ada beberapa perubahan dalam melakukan produksi pembuatan wajit di toko nya, yaitu dengan menggunakan bantuan mesin agar dapat memproduksi wajit dengan lebih cepat.
“Berbeda dengan dulu, kita juga sekarang dalam pengolahannya sudah memakai mesin agar tahap produksinya bisa lebih cepat” tuturnya.
Kautsar pun berharap agar pemerintah dapat lebih mendukung para UMKM, khususnya untuk para pengusaha wajit agar bisa dibuatkan bazar untuk dapat membantu dalam segi pemasaran mereka.
“Harapan saya pemerintah juga dapat mendukung kami dengan cara mengadakan bazar untuk membantu pemasaran kita juga,” ujarnya.
(Magang UIN SGD/Muhamad Herdian-Aak)