Hajar Aswad Jatuh dari Surga, Ini Fakta Religi dan Sainsnya

hajar aswad
Ilustrasi. (X/xdocumentaries)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut timur Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah. Batu ini menjadi salah satu titik paling sakral dalam ibadah haji dan umrah.

Jutaan umat Islam dari berbagai negara berusaha menyentuh atau mencium Hajar Aswad saat melakukan tawaf. Tindakan ini bukan kewajiban, tetapi sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Kisah Turunnya Hajar Aswad Menurut Tradisi Islam

Dalam riwayat Islam, Hajar Aswad diyakini berasal dari surga. Batu tersebut disebut diturunkan ke bumi melalui Malaikat Jibril.

Pada awalnya, Hajar Aswad dikisahkan berwarna putih. Seiring waktu, warnanya berubah menjadi hitam akibat dosa dan kesalahan manusia yang menyentuhnya.

Riwayat juga menyebutkan Nabi Ibrahim AS menempatkan Hajar Aswad saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Makna Spiritual di Balik Hajar Aswad

Hajar Aswad tidak disembah, melainkan dihormati sebagai simbol ketaatan. Khalifah Umar bin Khattab pernah menegaskan bahwa batu tersebut tidak memberi manfaat atau mudarat tanpa izin Allah.

Pernyataan itu menegaskan bahwa penghormatan terhadap Hajar Aswad murni bersifat spiritual, bukan pemujaan benda.

Pandangan Ilmuwan terhadap Hajar Aswad

Di luar sisi keimanan, Hajar Aswad juga menarik perhatian ilmuwan. Beberapa peneliti menduga batu tersebut bukan berasal dari material bumi biasa.

Hipotesis yang sering muncul menyebut Hajar Aswad kemungkinan merupakan meteorit atau batu hasil tumbukan dari luar angkasa.

Salah satu kajian yang kerap dirujuk berasal dari E. Thomsen dalam studi berjudul New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka’ba yang terbit pada 1980. Dalam studi tersebut, Thomsen mengutip temuan peneliti bernama Philby yang pada 1932 menemukan kawah tumbukan meteor di wilayah Al-Hadidah, yang kemudian dikenal dengan nama Kawah Wabar.

Kawah tersebut dilaporkan memiliki diameter lebih dari 100 meter. Di sekitarnya, para peneliti menemukan sejumlah pecahan batuan yang tersebar di gurun. Pecahan itu terbentuk dari lelehan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel.

Menurut Thomsen, campuran material tersebut akan menghasilkan lapisan bagian dalam berwarna putih, sementara bagian luarnya diselimuti cangkang hitam. Warna hitam itu diyakini berasal dari kandungan nikel yang terbentuk akibat ledakan unsur nikel dan ferum (besi) di luar angkasa.

Namun hingga kini, batu tersebut belum pernah diteliti secara langsung di laboratorium modern.

Batas Ilmu Pengetahuan dan Keyakinan

Keterbatasan penelitian terjadi karena Hajar Aswad tidak dapat diambil sampelnya. Faktor kesakralan dan etika keagamaan menjadi pertimbangan utama.

Karena itu, hipotesis ilmiah masih bersifat dugaan, bukan kesimpulan pasti.

Baca Juga:

Bacaan Doa Sebelum Ujian Agar Diberikan Kemudahan Menjalankannya

Ketika Sains dan Iman Jalan Berdampingan

Bagi umat Islam, keyakinan bahwa Hajar Aswad berasal dari surga tidak bergantung pada pembuktian ilmiah.

Sebaliknya, sains hadir sebagai upaya memahami karakter fisik batu tersebut tanpa meniadakan nilai spiritualnya.

Keduanya dapat berjalan berdampingan, saling melengkapi tanpa harus saling menegasikan.

Lebih dari sekadar batu, Hajar Aswad menjadi saksi perjalanan peradaban, ibadah, dan keimanan manusia selama ribuan tahun.

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan, Hajar Aswad tetap menyimpan misteri yang belum sepenuhnya terjawab.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026