JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menunjukkan tren kenaikan signifikan pada H-6 Lebaran, Minggu (15/3/2026). Tercatat sebanyak 23.610 kendaraan melintas menuju arah timur (Trans Jawa) dalam kurun waktu pukul 00.00 hingga 12.44 WIB.
Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya (H-7) yang mencatatkan 20.665 kendaraan. Meskipun volume bertambah, kondisi lalu lintas di lokasi terpantau tetap ramai lancar tanpa adanya penumpukan berarti di gardu tol.
Dominasi Kendaraan: Arus didominasi oleh minibus, bus, dan truk sumbu dua. Truk sumbu tiga sudah mulai berkurang seiring berlakunya pembatasan operasional sesuai SKB Mudik Lebaran 2026.
Arah Sebaliknya: Volume kendaraan dari arah Palimanan menuju Jakarta tercatat jauh lebih rendah, yakni sebanyak 8.093 kendaraan.
Sejak 11 hingga 13 Maret, PT Jasa Marga mencatat total sekitar 108.000 kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol ini.
Baca Juga:
Polri Catat 75 Ribu Kendaraan Melintas Tol Japek di Hari Pertama Mudik
Kemkomdigi Luncurkan MudikPedia Lebaran 2026, Panduan Digital Informasi Mudik Terpadu
Strategi Jasa Marga Hadapi Lonjakan
Untuk mengantisipasi kepadatan, PT Jasa Marga Trans Jawa Tol melakukan beberapa langkah taktis:
Penambahan Gardu: Jumlah gardu operasional ditingkatkan dari 15 menjadi 19 gardu yang difokuskan untuk melayani arus keluar Jakarta.
Belum Ada Rekayasa Lalin: Hingga saat ini, pihak pengelola belum memberlakukan sistem one way maupun contra flow karena kapasitas gerbang tol masih mampu menampung lonjakan kendaraan.
“Peningkatan volume kendaraan sudah terlihat cukup tinggi, namun seluruh lonjakan masih dapat diantisipasi dengan baik melalui pembukaan 19 gardu,” ujar Ria Marlinda Paalo, VP Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol.











