JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meniadakan kebijakan ganjil genap pada 16–17 Februari 2026. Selama dua hari tersebut, masyarakat dapat melintas di ruas jalan yang biasanya terkena pembatasan tanpa khawatir terkena sanksi.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa kebijakan ini berkaitan langsung dengan peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang ditetapkan sebagai hari libur nasional.
“Sehubungan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, pelaksanaan sistem ganjil genap di berbagai ruas jalan di Jakarta ditiadakan,” ujar dikutip Liputan6, Senin (16/2/2026).
Dasar Aturan Peniadaan
Dishub DKI menjelaskan, keputusan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 serta Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 Pasal 3 ayat (3).
Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa sistem ganjil genap memang tidak diberlakukan pada akhir pekan maupun hari libur nasional. Karena Imlek masuk kategori libur nasional, maka pembatasan kendaraan otomatis dihentikan sementara.
Meski pembatasan nomor kendaraan ditiadakan, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah di jalan.
Dishub DKI menekankan pentingnya menjaga keselamatan berkendara serta mematuhi rambu lalu lintas selama masa libur Imlek.
“Tetap jaga keselamatan dan patuhi rambu lalu lintas,” tegas Syafrin.
Pergerakan Kendaraan Diprediksi Naik
Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan lonjakan mobilitas selama libur panjang Imlek 2026. Total sekitar 1,6 juta kendaraan diprediksi keluar masuk wilayah Jabotabek pada periode 13–17 Februari 2026, meningkat 13,34 persen dibanding lalu lintas normal.
Proyeksi tersebut merupakan akumulasi arus dari empat gerbang tol utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk menghadapi potensi curah hujan menengah hingga tinggi berdasarkan prakiraan BMKG.
Perbaikan jalan dilakukan sesuai prosedur teknis dengan penanganan awal berupa patching maksimal dalam 2×24 jam, kemudian dilanjutkan perbaikan bertahap guna menjaga kualitas jalan tol.
Baca Juga:
Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Dari total pergerakan yang diproyeksikan, sekitar 831 ribu kendaraan diperkirakan keluar dari Jabotabek selama libur Imlek.
Distribusi arus didominasi:
- Arah timur (Trans Jawa dan Bandung): 44,6 persen
- Arah barat (Merak): 28,2 persen
- Arah selatan (Puncak): 27,2 persen
Sementara kendaraan yang diprediksi masuk ke Jabotabek mencapai 846 ribu unit, dengan komposisi yang relatif serupa.
Jasa Marga juga menyatakan siap mendukung rekayasa lalu lintas seperti contraflow apabila dibutuhkan berdasarkan diskresi Kepolisian.
(Dist)











