JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan kondisi arus mudik Lebaran 2026 masih terkendali meskipun terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta.
Wakil Kepala Polri Dedi Prasetyo menyebutkan sebanyak 75.000 kendaraan tercatat melintas di Tol Jakarta–Cikampek (Japek) pada hari pertama arus mudik tahun ini.
Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada mudik Lebaran 2025 yang mencatat sekitar 66.000 kendaraan melintas hingga titik KM 57 Tol Jakarta–Cikampek.
“Evaluasi hari pertama menunjukkan peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 sekitar 66 ribu kendaraan, sementara tahun ini sudah mencapai 75 ribu kendaraan,” ujar Dedi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Pantauan Udara Tunjukkan Lalu Lintas Terkendali
Dedi menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemantauan arus kendaraan keluar Jakarta melalui jalur udara pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas menuju berbagai jalur mudik masih berjalan lancar meskipun volume kendaraan mulai meningkat.
Menurutnya, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas tol utama menuju arah timur Pulau Jawa hingga wilayah perbatasan Jawa Tengah terpantau cukup baik.
Pemantauan juga dilakukan hingga kawasan Tol Kalikangkung serta jalur menuju Ngawi.
Pengalihan Kendaraan Berat
Sementara itu, untuk jalur menuju Merak, kepolisian telah melakukan pengaturan lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan berat bersumbu tiga keluar tol melalui kawasan Cilegon dan diarahkan ke jalur arteri.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pemudik yang menuju pelabuhan penyeberangan.
Baca Juga:
7 Link Live Streaming CCTV untuk Pantau Arus Mudik
Operasi Ketupat Libatkan 161 Ribu Personel
Pengamanan arus mudik dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, Polri bersama instansi terkait mengerahkan 161.243 personel gabungan.
Selain itu, disiapkan pula 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik.
Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.











