AMERIKA, TEROPONGMEDIA.ID – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple, dilaporkan telah mengambil langkah besar dengan menghentikan produksi komputer desktop paling bertenaga mereka, Mac Pro. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang workstation kelas profesional tersebut setelah hampir dua dekade menjadi simbol kekuatan komputasi modular.
Berdasarkan laporan GSMArena pada Sabtu (28/3/2026), Apple secara resmi telah menghapus lini Mac Pro dari situs web utamanya. Langkah ini mengonfirmasi spekulasi lama mengenai masa depan perangkat yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 tersebut.
Kilas Balik Perjalanan Mac Pro: Dari Modular hingga Desain “Tempat Sampah”
Mac Pro hadir pertama kali sebagai penerus Power Mac G5. Sejak awal, daya tarik utamanya adalah desain tower modular yang memungkinkan pengguna profesional (seperti editor video dan arsitek) untuk mengganti komponen internal secara mandiri, mulai dari CPU, memori (RAM), hingga kartu ekspansi PCI.
Namun, perjalanan Mac Pro tidak selalu mulus. Berikut adalah tiga fase desain utama yang pernah dilewati:
- Era Tower Klasik (2006–2012): Mempertahankan modularitas tinggi namun mulai dianggap ketinggalan zaman di akhir periodenya.
- Era Desain Kontroversial (2013): Apple merilis desain ulang radikal berbentuk silinder hitam yang sering dijuluki “Mac Tempat Sampah”. Model ini dikritik keras karena keterbatasan termal (panas) dan hilangnya sifat modular.
- Era Kebangkitan Kembali (2019): Apple kembali ke bentuk tower yang sangat modular. Ini adalah salah satu perangkat terakhir Apple yang menggunakan prosesor Intel sebelum transisi besar ke Apple Silicon.
Peralihan ke Chip Seri M: Awal dari Akhir?
Titik balik Mac Pro terjadi pada tahun 2023 ketika Apple menyematkan chip M2 Ultra. Meskipun performanya luar biasa, arsitektur berbasis ARM (Apple Silicon) secara alami membatasi fleksibilitas slot ekspansi PCI jika dibandingkan dengan sistem berbasis Intel. Hal ini membuat keunggulan utama Mac Pro sebagai PC modular perlahan memudar bagi para antusias teknologi.
Baca Juga:
Mac Studio: Sang Pengganti Takhta
Seiring dengan dihentikannya Mac Pro, Apple kini memposisikan Mac Studio sebagai komputer desktop unggulan dalam jajaran produk mereka.
Mac Studio dianggap lebih efisien secara ruang namun tetap menawarkan performa beast yang setara, berkat optimasi chip seri M terbaru. Bagi Apple, masa depan komputasi profesional tampaknya tidak lagi terletak pada menara besar yang bisa dibongkar pasang, melainkan pada integrasi komponen yang sangat rapat dan efisien (Unified Memory Architecture).
Ringkasan Evolusi Mac Pro
| Tahun | Highlight Model | Status |
| 2006 | Generasi Pertama (Penerus Power Mac G5) | Modularitas Tinggi |
| 2013 | Desain Silinder (Trash Can) | Kontroversial & Masalah Termal |
| 2019 | Kembali ke Desain Tower | Modularitas Maksimal (Intel) |
| 2023 | Transisi ke M2 Ultra | Pembaruan Terakhir |
| 2026 | Discontinued | Digantikan Mac Studio |
Penghentian Mac Pro membuktikan bahwa Apple semakin percaya diri dengan ekosistem closed-system mereka melalui Apple Silicon. Pengguna profesional kini diarahkan pada efisiensi Mac Studio atau mobilitas MacBook Pro.











