“Godfather of Crypto” Divonis 15 Tahun Bui, Penipuan Kripto Global Rp666 Triliun!

penipuan kripto global,
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Vonis terhadap Do Kwon menjadi penanda penting bagi sejarah industri kripto global. Pengusaha aset digital asal Korea Selatan sekaligus pendiri Terraform Labs itu menjadi dalang kasus penipuan berskala besar yang mengguncang pasar kripto dunia, hingga kerugian investor mencapai US$40 miliar atau setara Rp666 triliun.

Pengadilan federal Amerika Serikat menjatuhkan vonis terhadap sang “Goodfather of Crypto” itu dengan hukuman 15 tahun penjara. Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Distrik Amerika Serikat Paul A. Engelmayer di Manhattan, New York.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai tindakan Do Kwon sebagai bentuk penipuan dengan dampak luar biasa, bukan hanya terhadap investor individu, tetapi juga terhadap kepercayaan publik pada sistem keuangan berbasis teknologi digital.

Hakim Engelmayer menyebut, kasus ini sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pasar kripto modern. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa praktik manipulasi yang dilakukan Kwon telah melampaui risiko bisnis biasa dan masuk ke ranah kejahatan finansial yang terstruktur.

Runtuhnya Terraform Labs dan Efek Sistemik

Do Kwon dikenal sebagai pendiri Terraform Labs, perusahaan teknologi berbasis di Singapura yang mengembangkan dua aset kripto utama, TerraUSD (UST) dan Luna.

TerraUSD dipasarkan sebagai stablecoin algoritmik yang diklaim mampu menjaga nilai tukar setara dengan dolar Amerika Serikat tanpa dukungan cadangan aset konvensional.

Namun, klaim tersebut runtuh pada 2022 ketika TerraUSD kehilangan patokan nilai US$1. Kejatuhan sistem ini memicu spiral penurunan harga Luna dan menghancurkan ekosistem Terraform Labs hanya dalam hitungan hari.

Dampaknya meluas ke pasar kripto global, memicu kepanikan investor dan mempercepat gelombang koreksi besar di berbagai aset digital lainnya.

Bagi banyak analis, kolapsnya TerraUSD menjadi peringatan keras tentang risiko stablecoin algoritmik yang bergantung pada mekanisme pasar dan kepercayaan semata, tanpa dukungan cadangan yang transparan.

Manipulasi Pasar dan Penyesatan Investor

Dalam proses persidangan terungkap bahwa Do Kwon secara sadar menyesatkan investor terkait stabilitas TerraUSD. Ketika stablecoin tersebut sempat kehilangan patokan pada Mei 2021, Kwon menyampaikan kepada publik bahwa sistem algoritma Terraform Labs berhasil memulihkan kestabilan harga secara otomatis.

Fakta yang diungkap jaksa menunjukkan sebaliknya. Kwon diketahui mengatur sebuah perusahaan perdagangan untuk membeli TerraUSD dalam jumlah besar secara diam-diam.

Langkah ini bertujuan menciptakan kesan seolah-olah mekanisme algoritmik bekerja efektif, padahal harga dipulihkan melalui intervensi pasar yang tidak diungkapkan kepada investor.

Praktik tersebut dinilai sebagai bentuk manipulasi harga dan penipuan informasi, karena investor mengambil keputusan berdasarkan narasi yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Baca Juga:

November Jadi Bulan Terburuk Bitcoin, Anjlok Hingga 25%!

Robinhood Masuk Indonesia, Caplok Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto!

Pengakuan Bersalah dan Konsekuensi Hukum

Pada Agustus lalu, Do Kwon secara resmi mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi penipuan dan penipuan melalui sarana elektronik. Pengakuan ini mempercepat proses hukum dan membuka jalan bagi vonis berat yang dijatuhkan pengadilan federal AS.

Selain hukuman penjara selama 15 tahun, Kwon juga dijatuhi denda sebesar US$14 juta. Hukuman finansial ini dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban tambahan atas kerugian besar yang dialami investor global.

Di hadapan majelis hakim, lulusan Universitas Stanford tersebut menyampaikan penyesalan dan mengakui kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Ia menyatakan telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merenungkan dampak dari tindakannya serta upaya yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kerugian besar.

Implikasi bagi Regulasi Kripto Global

Kasus Do Kwon menegaskan perubahan sikap regulator global terhadap industri kripto. Jika sebelumnya sektor ini kerap dipandang sebagai ruang inovasi dengan pengawasan longgar, vonis ini menunjukkan bahwa otoritas hukum tidak ragu menerapkan standar penegakan hukum yang setara dengan sektor keuangan konvensional.

Bagi investor, putusan ini menjadi pengingat penting akan risiko tata kelola dan transparansi di balik proyek kripto. Sementara bagi regulator, kasus Terraform Labs memperkuat urgensi pembentukan kerangka hukum yang lebih ketat untuk melindungi stabilitas pasar dan kepentingan publik.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...