November Jadi Bulan Terburuk Bitcoin, Anjlok Hingga 25%!

bitcoin Venezuela
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bitcoin kembali berada di bawah tekanan berat pada perdagangan Jumat setelah mencatatkan penurunan signifikan hingga 7,6% ke level US$80.553. Koreksi yang terjadi sepekan terakhir memperdalam pelemahan keseluruhan pada November, di mana Bitcoin telah kehilangan hampir 25% dari nilainya sepanjang bulan.

Dengan catatan tersebut, November 2025 berpotensi menjadi bulan terburuk Bitcoin sejak gejolak besar industri kripto pada 2022, saat runtuhnya Terra-LUNA dan FTX mengguncang pasar global.

Penurunan tajam kali ini tidak hanya mencerminkan melemahnya sentimen investor, tetapi juga menunjukkan bagaimana struktur pasar kripto saat ini semakin sensitif terhadap kombinasi faktor fundamental dan dinamika teknikal yang kompleks.

Aksi Jual Spot Mendominasi: ETF, Whale, dan Penurunan Permintaan Momentum

Sejumlah analis menilai penurunan Bitcoin kali ini terutama didorong oleh gelombang aksi jual di pasar spot, yang menjadi pendorong utama volatilitas dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah faktor menjadi katalisnya:

1. Penebusan besar dari ETF Bitcoin

Sejak awal pekan, beberapa ETF Bitcoin skala besar mencatat arus keluar yang signifikan. Investor yang sebelumnya menikmati reli kuat di kuartal kedua dan ketiga tampaknya memilih melakukan profit taking di tengah meningkatnya ketidakpastian makro. Penarikan dana dari ETF berdampak cepat pada pasar spot karena manajer dana harus melepas kepemilikan aset untuk memenuhi penebusan.

2. Aktivasi dompet lama dengan volume besar

Sejumlah dompet kripto lama yang sebelumnya tidak aktif selama bertahun-tahun, tiba-tiba terpantau melakukan transaksi penjualan dalam jumlah besar. Aktivitas ini sering dianggap sebagai sinyal bearish karena menunjukkan bahwa pemegang lama (whales) memanfaatkan reli sebelumnya untuk keluar dari pasar.

3. Trader momentum mulai mundur

Setelah Bitcoin gagal mempertahankan level psikologis US$90.000, minat trader momentum melemah. Volume pembelian menurun dan tekanan jual makin dominan, mempercepat pergeseran sentimen pasar dari optimistis menjadi defensif.

Kombinasi ketiga faktor tersebut menciptakan tekanan masif di pasar spot, yang kemudian menular ke pasar derivatif.

Dinamika Opsi Perparah Volatilitas: Dealer Short Gamma

Selain tekanan fundamental, penurunan Bitcoin kali ini diperparah oleh dampak teknikal dari pasar opsi, khususnya fenomena gamma exposure. Saat harga menembus level-level tertentu, dealer opsi harus menyesuaikan posisi mereka untuk tetap netral terhadap risiko, sebuah proses yang sering memperbesar pergerakan harga.

Chris Newhouse, Direktur Riset Ergonia, mengatakan bahwa Bitcoin berada dalam kondisi rentan terhadap percepatan penurunan akibat tekanan gamma yang meningkat.

“Bitcoin tetap menghadapi tekanan teknikal lanjutan dengan potensi percepatan yang didorong gamma pada saat harga menembus level-level support utama,” ujarnya.

Salah satu level penting yang ditembus pada Jumat pagi adalah US$85.000, yang selama ini menjadi titik konsentrasi besar bagi opsi put. Ketika harga Bitcoin jatuh di bawah level ini, dealer yang sebelumnya berada di posisi short gamma terpaksa menjual lebih banyak Bitcoin untuk mengimbangi risiko portofolionya. Aksi hedging inilah yang mempercepat penurunan harga.

Dalam kondisi short gamma, setiap pergerakan turun membuat risiko posisi dealer makin besar, sehingga memaksa mereka melakukan penjualan tambahan untuk mempertahankan netralitas. Ketika banyak dealer berada dalam kondisi serupa, pasar mengalami tekanan teknikal berlapis.

Baca Juga:

Dirut PT Djarum Victor Hartono Dicekal Kejagung, Kasus Dugaan Korupsi Pajak!

Anak Buah Purbaya Berhasil Kumpulkan Rp 11,487 Triliun dari 200 Pengemplang Pajak

Level Kritis Berikutnya: US$80.000

Model opsi menunjukkan bahwa level US$80.000 menjadi titik krusial berikutnya. Jika menembus batas ini, dinamika hedging para dealer diperkirakan dapat berubah arah. Pada level tertentu, dealer bisa masuk ke zona long gamma, yang secara teori dapat membantu menstabilkan harga jika terjadi arus beli baru.

Namun hingga kini, pasar masih didominasi sentimen negatif:

  • arus keluar ETF meningkat,
  • whale kembali aktif menjual,
  • minat trader momentum meredup,
  • risiko teknikal dari opsi tetap tinggi.

Dengan kondisi tersebut, pasar kripto memasuki fase sensitif, di mana perubahan kecil pada sentimen dapat menciptakan pergerakan harga besar dalam waktu singkat.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City