Cadangan Aset PoR Indodax Melonjak US$1 Miliar, Bitcoin Bangkit!

indodax bitcoin
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Transparansi industri aset kripto di Indonesia kembali mendapat sorotan positif. Berdasarkan data terbaru pada fitur proof of reserves (PoR), cadangan aset Indodax tercatat telah menembus US$ 1 miliar pada awal 2026.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (7/1/2026), proof of reserves merupakan metode verifikasi berbasis kriptografi yang digunakan oleh platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai dengan yang dilaporkan.

Mekanisme ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik bahwa dana pengguna tersedia dan dapat dipenuhi kapan pun dibutuhkan, terutama saat pasar berada dalam kondisi volatil.

Kenaikan nilai PoR umumnya mencerminkan perbaikan kondisi pasar. Setidaknya terdapat dua faktor utama yang kerap memengaruhi peningkatan proof of reserves. Pertama, ketika harga aset kripto naik, nilai cadangan yang dihitung dalam dolar AS otomatis ikut meningkat.

Kedua, meningkatnya arus masuk dana (inflow) dan aktivitas transaksi juga mendorong bertambahnya cadangan aset yang tersimpan di platform.

Dalam konteks tersebut, menembusnya PoR Indodax ke level US$ 1 miliar dinilai sejalan dengan membaiknya sentimen pasar kripto secara global. Partisipasi investor yang kembali meningkat turut memperkuat likuiditas dan aktivitas perdagangan di bursa aset digital.

Pergerakan Harga Bitcoin Menguat

Sentimen positif juga tercermin dari pergerakan harga Bitcoin. Sepanjang 2025, Bitcoin sempat mencatatkan rekor tertinggi baru sebelum mengalami koreksi. Pada perdagangan terakhir tahun 2025, harga Bitcoin berada di level US$ 87.474,2.

Memasuki awal 2026, harga aset kripto terbesar di dunia tersebut mulai kembali menunjukkan penguatan. Pada perdagangan Rabu pagi, Bitcoin bergerak di kisaran US$ 93.000. Kenaikan ini turut memberi kontribusi terhadap peningkatan nilai cadangan aset kripto yang tercatat di berbagai exchange.

Namun demikian, pergerakan pasar kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Sentimen global, termasuk dinamika geopolitik internasional seperti ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, dapat memicu perubahan arah pasar dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, penguatan harga jangka pendek belum dapat diartikan sebagai awal bull market yang berkelanjutan.

Baca Juga:

Perkiraan Besaran Inflasi 2026 dan 2027 Menurut Bank Indonesia

Pasar Kripto Bergetar, Bitcoin Diguncang Serangan AS ke Venezuela

Transparansi Jadi Faktor Penting

CEO Indodax William Sutanto menjelaskan, bahwa CoinMarketCap menghadirkan fitur proof of reserves untuk membantu pengguna memantau tingkat transparansi cadangan aset di berbagai exchange.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat keterlacakan alamat dompet publik serta pembaruan data cadangan secara berkala.

Menurut William, transparansi merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pengguna di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang. Namun, ia menekankan bahwa transparansi platform perlu diimbangi dengan kesadaran keamanan dari sisi pengguna.

“Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat,” ujar William, Rabu (7/1/2026).

Indodax juga mengimbau para pengguna untuk menerapkan langkah-langkah pengamanan dasar, seperti mengaktifkan multi factor authentication (MFA), memastikan perangkat dalam kondisi aman, serta mewaspadai potensi penipuan seperti phishing dan social engineering.

Proyeksi Bitcoin 2026

Di sisi lain, sejumlah tokoh industri kripto memandang prospek Bitcoin pada 2026 masih terbuka lebar. Pendiri Cardano Charles Hoskinson memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi melonjak hingga US$ 250.000, dengan mempertimbangkan suplai yang terbatas serta adopsi berkelanjutan oleh institusi dan korporasi besar.

Sementara itu, Kepala Riset Fundstrat Tom Lee merevisi target harga Bitcoin menjadi US$ 150.000–US$ 200.000 pada awal 2026, dari proyeksi sebelumnya di level US$ 250.000.

Ia menilai kehadiran ETF Bitcoin spot mencerminkan pergeseran alokasi investasi jangka panjang, bukan sekadar lonjakan permintaan sesaat.

Meski proyeksi terlihat optimistis, pelaku pasar tetap diingatkan untuk memperhatikan faktor makroekonomi, kondisi likuiditas global, kebijakan regulasi, serta risiko geopolitik yang dapat berubah dengan cepat.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City