Gelombang Tenang di Dunia Bising, ASMR Jadi Cara Baru Anak Muda Atasi Stres

ASMR
Ilustrasi ASMR (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah derasnya kebisingan dunia digital, banyak anak muda kini menemukan cara baru untuk menenangkan diri. Fenomena ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response semakin populer sebagai cara sederhana untuk mengurangi stres dan menenangkan pikiran.

ASMR dikenal melalui suara lembut seperti bisikan, ketukan benda, atau gesekan halus yang menimbulkan sensasi nyaman di kepala dan punggung.

Dalam beberapa tahun terakhir, konten bertema ASMR berkembang pesat di berbagai platform media sosial. Banyak penontonnya berasal dari generasi muda yang merasa jenuh dengan rutinitas dan tekanan informasi digital.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASMR dapat memberikan efek fisiologis yang nyata. Studi yang dilakukan oleh University of Sheffield menemukan bahwa partisipan yang mengalami ASMR menunjukkan penurunan detak jantung rata-rata sekitar tiga hingga empat denyut per menit saat menonton video ASMR dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengalaminya.

Temuan lain yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti PLOS One dan PubMed menunjukkan bahwa pemirsa ASMR cenderung mengalami peningkatan emosi positif, seperti rasa rileks dan tenang.

Namun, penelitian lanjutan yang dimuat di PMC (PubMed Central) menegaskan bahwa efek ini tidak dirasakan oleh semua orang. Hanya individu yang peka terhadap stimulus ASMR yang cenderung memperoleh manfaat relaksasi yang signifikan.

Dari sudut pandang psikologi, ASMR dapat berfungsi sebagai bentuk self-soothing atau cara menenangkan diri melalui pengalaman sensorik.

Irama suara yang lembut dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yaitu bagian tubuh yang berperan dalam mengembalikan ketenangan setelah stres. Efeknya sering kali mirip dengan meditasi ringan atau teknik pernapasan ritmis.

BACA JUGA

Mengapa Mahasiswa Sering Mengalami Stres? Apakah Aktivitas Kreatif Bisa Menjadi Solusi Ampuh?

Ketika Kata Tak Mampu Bicara: Kesulitan Berkomunikasi Dalam Depresi

Di Indonesia, tren ini hadir dengan ciri khas lokal. Banyak kreator konten mengangkat tema suara yang dekat dengan keseharian masyarakat, seperti hujan sore, langkah kaki di tanah basah, atau suara ulekan sambal. Suara-suara tersebut memberi sensasi nostalgia dan kehangatan emosional bagi pendengarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah dunia yang semakin bising, manusia tetap mencari cara untuk kembali tenang. Melalui suara-suara lembut, banyak anak muda belajar berhenti sejenak, mendengarkan, dan memberi waktu bagi pikirannya untuk beristirahat.

(Risdawati/Magang UNLA/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City