Penyebab Perut Buncit, Kebanyakan Makan Nasi?

Kebiasaan perut buncit
Ilustrasi. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Faktor apa saja yang menjadi penyebab perut buncit? Apakah karena kebanyakan makan nasi? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Banyak yang mengira perut buncit disebabkan konsumsi nasi berlebih, padahal perut buncit bisa dipengaruhi oleh faktor usia, genetika, dan beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa memicu penumpukan lemak.

Perut tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, menjelaskan kebiasaan-kebiasaan tertentu di malam hari dapat meningkatkan risiko perut buncit.

Kebiasana Malam Hari yang Sebabkan Perut Buncit

Berikut beberapa kebiasaan buruk di malam hari yang berpotensi menyebabkan perut buncit:

1. Minum Susu Sebelum Tidur

Banyak orang menikmati segelas susu hangat sebelum tidur karena kandungan triptofan dalam susu yang dapat membantu relaksasi. Meski bermanfaat untuk tidur, kalori ekstra dari susu dapat berkontribusi pada penambahan lingkar pinggang.

2. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Sebaiknya makanan terakhir dikonsumsi setidaknya tiga jam sebelum tidur. Menurut The Nutrition Twins, saat tidur tubuh berfokus pada pemulihan dan penyembuhan, bukan pencernaan. Makanan yang masih ada di usus bisa mengganggu proses penyembuhan ini karena tubuh harus mencerna makanan tersebut.

“Saat kita tidur, kita mematikan pencernaan dan berusaha memperbaiki dan menyembuhkan tubuh kita. Jika ada makanan yang perlu dicerna di usus, itu mengalihkan perhatian tubuh dari penyembuhan, karena berfokus pada mencerna makanan,” ungkap The Nutrition Twins.

Kalori yang tidak digunakan dengan baik selama tidur dapat berakhir menjadi lemak perut. Penelitian juga menunjukkan bahwa makan larut malam bisa mengganggu ritme sirkadian, serta memengaruhi regulasi gula darah dan metabolisme lemak.

3. Mengonsumsi Alkohol

Minum alkohol di malam hari dapat menyebabkan penumpukan lemak perut. Menurut Healthline, konsumsi alkohol berlebihan dikaitkan dengan peningkatan lemak viseral serta Body Mass Index (BMI) yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Stop Alkohol! Lihat Bahaya Akibat Kecanduan Alkohol

Sejumlah kebiasaan malam hari yang bisa menyebabkan perut buncit di atas mungkin terlihat hal sepele, padahal memiliki dampak kesehatan yang siginifikan terhadap penumpukan lemak di perut.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun