JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Berhubungan dengan kemunculan kabar penarikan (recall) kendaraan dengan jumlah besar di wilayah Amerika Serikat (AS), Ford RMA Indonesia menegaskan, penarikan kendaraan bermasalah yang dilakukan secara global terhadap hampir dua juta unit tidak memengaruhi produk Ford di tanah air.
Langkah recall ini dilakukan oleh Ford Motor Company, yang dikabarkan menarik kembali sekitar 1,9 juta kendaraan akibat masalah pada sistem kamera belakang.
“Kami memahami adanya pemberitaan terkait penarikan kembali sejumlah kendaraan Ford di Amerika Serikat. Perlu kami tegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat dan tidak berpengaruh pada kendaraan Ford yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Country Manager Ford RMA Indonesia, Toto Suharto melansir Antara, Kamis (16/09/2025).
Toto menegaskan, recall tersebut hanya berlaku untuk kendaraan di kawasan Amerika Serikat.
Adapun model-model mobil yang terkena dampak ini, terdiri dari Lincoln MKC, Mustang, Expedition, Edge, serta Ranger produksi tahun 2019, dipastikan tidak pernah dipasarkan secara resmi di Indonesia.
BACA JUGA:
Penyebab Toyota Recall Yaris Cross di Indonesia, Rentan untuk Keselamatan!
Toyota Recall All New Yaris Cross Tertentu di Indonesia, Masalah di Panoramic!
Toto menambahkan, sampai saat ini tidak ada rencana untuk menghadirkan model-model tersebut ke pasar otomotif dalam negeri.
Sebagai agen pemegang merek resmi, RMA Indonesia bersama Ford Motor Company menekankan komitmennya untuk terus menyuguhkan kendaraan berkualitas tinggi sesuai standar keselamatan global, serta menghadirkan layanan purna jual terbaik untuk pelanggan di Indonesia.
“Model yang terdampak penarikan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia, dan hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model tersebut di sini,” tegasnya.
Diketahui, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat mengumumkan bahwa sejumlah model kendaraan Ford mengalami kerusakan pada kamera belakang, yang menyebabkan tampilan gambar menjadi terbalik, buram, atau bahkan tidak muncul sama sekali saat mobil berada dalam mode mundur. Gangguan ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Recall tersebut diumumkan pada Selasa (9/9) waktu setempat, mencakup sekitar 1,45 juta unit di Amerika Serikat, 122.000 unit di Kanada, serta 300.000 kendaraan di negara lain.
Ford mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima lebih dari 44.000 klaim garansi secara global dan mencatat 18 insiden kecelakaan yang berkaitan dengan kerusakan pada kamera belakang, meskipun belum ditemukan laporan adanya korban luka.
(Saepul)











