BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aktor Fedi Nuril kembali menunjukkan sikap vokalnya terhadap kondisi sosial-politik Indonesia. Momen itu muncul bukan dalam forum resmi politik, melainkan saat konferensi pers film terbarunya, Sukma, di Gandaria City, Senin (8/9/2025).
Acara yang seharusnya fokus pada promosi film justru diwarnai sisipan kritik halus dari Fedi Nuril dan rekannya, Oka Antara. Keduanya melontarkan celetukan yang menyinggung kebijakan pemerintah, khususnya terkait kebebasan masyarakat saat demonstrasi.
Baca Juga:
Fedi Nuril Desak Kapolri Mundur, Sentil Ucapan ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’
Celetukan Politik di Tengah Promosi Film
Awalnya, Oka Antara hampir membocorkan alur film.
“Di cinema itu ada background yang karakter yang ketinggalan dan harus dikejar dalam satu scene melalui adegan…,” ucapnya.
Yang langsung dipotong Luna Maya yang penasaran.
“Adegan apa sih?,” kata Luna.
Oka kemudian memastikan agar tidak dianggap spoiler.
“Yang di sini sudah nonton kan?” tanyanya.
Sang MC lantas mengingatkan bahwa ada audiens yang mengikuti konferensi lewat siaran langsung.
“Sudah, tapi kan ada yang live TikTok, ada yang live Instagram. Ada teman-teman yang di rumah yang baru mau nonton di tanggal sebelas nanti,” ujarnya.
“Saya baru ingat live TikTok udah bisa,” timpal Fedi Nuril.
Celetukan itu disambut tawa hadirin, karena publik masih mengingat ketika masyarakat yang berada di area demonstrasi sempat tak bisa melakukan siaran langsung di TikTok.
Tak berhenti di situ, Oka Antara juga ikut menambahkan.
“Oh, berarti Indonesia aman, dong. Yes,” katanya sambil tersenyum.
“Wah. Masuk, Pak Oka,” balas Fedi Nuril.
Sontak, interaksi dua aktor ini membuat suasana semakin riuh. Luna Maya yang menyaksikan, langsung menyambar mikrofon Oka Antara sembari tertawa, mencoba menetralkan arah pembicaraan yang mulai menyerempet ke isu politik.
Kehadiran celetukan itu membuat konferensi pers Sukma terasa berbeda. Bukan sekadar promosi film, namun juga jadi ruang bagi para aktor untuk menyelipkan pandangan kritis terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat.
(Hafidah Rismayanti/Budis)











