Farhan: Tak Cukup Bayar Retribusi! Sampah Tanggung Jawab Bersama

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan dan pembayaran retribusi.

Hal itu disampaikan Farhan saat Safari Ramadan ke-10 di Masjid Agung Kota Bandung.

Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung berstatus sebagai kota binaan Pemerintah Pusat dalam penanganan sampah. Sejak 14 Januari, Bandung ditetapkan dalam kondisi darurat sampah dan berada di bawah pengawasan langsung pemerintah pusat.

“Kota Bandung ini kota binaan. Artinya kita diawasi langsung. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita sungguh-sungguh melihat sampah sebagai masalah bersama?” kata Farhan.

Ia menyatakan, sampah tidak boleh dianggap selesai hanya karena telah diangkut dari depan rumah. Keluhan warga soal sampah dapur dan lingkungan, menurutnya, menjadi bukti persoalan ini nyata dan masih dirasakan masyarakat.

Baca Juga:

Pemkot Bandung Kejar Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari

Menteri LH Puji Pemkot Bandung Tangani Sampah di Hulu via Gaslah

“Berapapun yang kita bayar untuk menghilangkan sampah dari pandangan mata kita, itu tidak menghilangkan tanggung jawab sosial kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung menghadirkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Namun Gaslah bukan solusi teknis untuk mengurai seluruh volume sampah kota. Program tersebut dirancang untuk membangkitkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.

Menurut Farhan, kunci penyelesaian persoalan sampah adalah perubahan pola pikir warga.

Farhan juga menekankan pentingnya peran ajaran agama dalam membentuk perilaku. Persoalan sampah akan disosialisasikan bersama Majelis Ulama Indonesia di berbagai tingkatan. Para kiai, dai, marbot, dan pengurus masjid diharapkan ikut menyuarakan perubahan perilaku melalui pendekatan keagamaan.

“Sampah tidak selesai karena kita mampu membayar biaya angkut. Sampah selesai ketika kita mengubah pola pikir dari sekadar membayar agar hilang dari pandangan, menjadi bertanggung jawab sejak dari rumah,” ujarnya.

Ia pun mengajak masjid menjadi titik awal gerakan kebersihan. Tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga bersih dalam perilaku pengelolaan sampah.

Di Masjid Agung Bandung yang telah berdiri lebih dari dua abad, Farhan menegaskan perubahan besar bisa dimulai dari ruang ibadah.

“Kita adalah bagian dari komunitas besar bernama Kota Bandung, dari masjid ini kita mulai perubahan perilaku itu,” ucapnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City