Farhan: Sampah Organik di RW Harus Diolah

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan sampah organik yang telah dikumpulkan di tingkat RW tidak boleh ditumpuk, melainkan harus segera diolah agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.

Hal tersebut disampaikan Farhan dalam Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Pasanggrahan.

Ia mendorong setiap RW ditargetkan mampu memilah sampah organik minimal 25 kilogram per hari.

“Di sini ada 15 RW. Kalau masing-masing RW bisa mengumpulkan minimal 25 kilogram per hari, berarti ada sekitar 375 kilogram sampah organik setiap hari. Pertanyaannya bukan hanya dikumpulkan, tapi diolah di mana dan bagaimana,” ujar Farhan.

Di sisi lain, Farhan mengapresiasi pemanfaatan bank sampah dan pengolahan sampah organik melalui maggot yang sudah berjalan.

Namun ia mengingatkan, tempat pengolahan sampah tidak harus satu, melainkan bisa lebih dari satu titik selama kapasitas totalnya mencukupi.

“Yang penting, ketika digabungkan di tingkat RW dan kelurahan, bisa mengolah sekitar 300 kilogram lebih sampah organik per hari. Jangan sampai sampah hanya ditumpuk,” ucapnya.

Baca Juga:

Sampah di Kota Bandung Diprediksi Menumpuk, Farhan Ajak Warga Terlibat Aktif dari Hulu

Pemkot Bandung Berbenah di 2026, Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Besar

Menurut Farhan, penumpukan sampah organik berpotensi menimbulkan bau, keluhan masyarakat, hingga berujung pada sanksi pidana lingkungan.

Ia mengingatkan, persoalan sampah bukan hal sepele dan memiliki konsekuensi hukum yang serius.

“Kalau ditumpuk, bau, masyarakat komplain, kita bisa kena pidana lingkungan. Ini berat dan nyata,” katanya.

Farhan juga meminta lurah dan pengurus RW untuk mencatat data pengelolaan sampah secara detail dan terukur, baik dari sisi volume harian maupun bulanan.

Berdasarkan laporan yang ada, beberapa RW bahkan telah mampu mengolah hingga 675 kilogram sampah organik per bulan, atau sekitar 22 kilogram per hari.

“Dengan data itu, target 25 kilogram per hari per RW itu sangat wajar. Yang penting, setelah dikumpulkan, harus langsung diolah, jangan ditunda,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026