Kehadiran ASN 96 Persen, Ini Komentar Warga Soal Pelayanan Publik di Hari Pertama Kerja Pascalebaran

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pelayanan publik di hari pertama kerja usai libur Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Bandung mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) berjalan cepat, mudah, dan memuaskan.

Yuni Wahyuni, warga Jatihandap, Cicaheum, yang datang untuk mengambil dokumen akta kelahiran, mengaku terkesan dengan pelayanan yang ia terima.

“Sangat memuaskan. Antriannya enggak lama, cara pengambilannya juga cepat, dipermudah,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Meski demikian, ia berharap layanan publik tetap memberikan opsi bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem digital.

“Kalau bisa online juga bisa, tapi offline juga tetap ada. Soalnya ada yang enggak bisa pakai HP,” katanya.

Hal serupa disampaikan Suwito, warga Bandung yang mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor. Ia menilai pelayanan di hari pertama kerja sudah berjalan lancar.

“Alhamdulillah sudah mulai lancar. Harapannya ke depan bisa lebih lancar lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Rini, warga Cibangkong, juga merasakan kemudahan layanan. Ia bahkan menyebut proses pelayanan berlangsung sangat cepat.

“Masih sepi jadi cepat. Satu menit sudah selesai. Petugasnya juga ramah-ramah,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh pelayanan publik langsung berjalan optimal pada hari pertama kerja usai libur panjang.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain telah meninjau Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) serta Mal Pelayanan Publik (MPP). Dari hasil pemantauan, seluruh layanan sudah kembali beroperasi secara penuh.

“Pelayanan sudah 100 persen berfungsi. Tidak ada kendala berarti di hari pertama kerja ini,” ujar Iskandar di MPP.

Ia menjelaskan, tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama kerja juga tergolong tinggi. Dari total pegawai, sebanyak 96 persen telah kembali bekerja.

“Pegawai yang masuk hari ini sekitar 96 persen. Sisanya 4 persen itu karena cuti dan sakit. Tidak ada yang tanpa keterangan,” ungkapnya.

Iskandar menegaskan, khusus untuk layanan publik, tidak diperkenankan adanya sistem work from anywhere (WFA). Seluruh petugas pelayanan diwajibkan hadir langsung untuk memastikan masyarakat tetap terlayani dengan baik.

“Kalau pelayanan itu tidak boleh ada yang WFA. Harus 100 persen masuk. Kecuali yang di back office atau yang berbasis aplikasi digital,” ungkapnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun