Fadli Zon Jelaskan Alasan Bangun Museum Rumah Budaya di Afrika Selatan Mulai 2026

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam diplomasi budaya dengan menjadikan Afrika Selatan sebagai salah satu panggung strategis diplomasi budayanya.

Mulai 2026, pemerintah berencana membangun Museum Rumah Budaya Indonesia di Cape Town yang dijuluki Mother City Afrika Selatan. Proyek ini tidak hanya melibatkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol hubungan sejarah, diaspora, dan peran global kebudayaan Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara Indonesian Cultural Outlook 2026 di Jakarta. Museum ini akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi (m²), yang disediakan diaspora Indonesia di Afrika Selatan, dan akan dibangun dengan melibatkan sektor swasta guna mempercepat realisasi.

“Kita juga memang akan membangun museum rumah budaya kita di Cape Town, Afrika Selatan,” ujar Fadli, Senin (19/1/2026).

Baca Juga:

Dua Kubu Keraton Surakarta Ricuh, Fadli Zon Masuk Pusaran Konflik

Gibran Umumkan Indonesia-Afrika Selatan Bebas Visa

Gagasan museum ini sejatinya bukan hal baru. Fadli mengungkapkan, wacana pembangunan sudah muncul sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan konsep miniatur Istana Balla Lompoa, namun belum sempat terwujud. Kini, rencana tersebut kembali dihidupkan dalam konteks diplomasi budaya yang lebih luas dan relevan dengan dinamika global.

Museum Rumah Budaya Indonesia di Afrika Selatan dirancang sejalan dengan peringatan 400 tahun pengasingan Syekh Yusuf, tokoh ulama dan pejuang asal Nusantara yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perlawanan dan spiritualitas di Afrika Selatan. Peringatan tersebut bahkan telah masuk dalam agenda Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), menjadikannya momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat ikatan sejarah lintas benua.

Bagi pemerintah, pembangunan museum ini bukan hanya proyek tunggal. Ia menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya yang kian aktif, bersamaan dengan keikutsertaan Indonesia dalam forum-forum global seperti Venice Biennale dan Abu Dhabi Book Fair, serta penguatan Pusat Kebudayaan Indonesia di 12 negara lainnya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti situasi dunia yang tengah menghadapi konflik, krisis iklim, kesenjangan, hingga disrupsi teknologi. Menurutnya, kebudayaan justru hadir sebagai jangkar nilai dan jembatan dialog di tengah ketidakpastian global.

Menurut Fadli, Indonesia bertumpu pada dua narasi besar, di antaranya:

  • Sebagai negara dengan keragaman maha luas.
  • Sebagai salah satu poros peradaban tua dunia.

Temuan arkeologis di Nusantara menunjukkan bahwa pergerakan manusia purba bukanlah satu arah, melainkan jaringan migrasi multiregional, di mana Asia dan Nusantara memainkan peran penting.

“Ini menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia tidak berdiri di pinggiran sejarah dunia, tetapi berada di pusat persilangannya,” ujarnya.

Di dalam negeri, penguatan budaya juga berjalan seiring dengan pertumbuhan industri kreatif. Sepanjang 2025, film Indonesia mencatat lebih dari 80 juta penonton, sementara ribuan talenta budaya digerakkan melalui program nasional dan promosi digital.

“Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan hidup untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan dan berkontribusi bagi perdamaian dunia,” tegasnya.

Melalui Museum Rumah Budaya di Afrika Selatan, Indonesia tak hanya menghadirkan etalase seni dan sejarah, tetapi juga menegaskan perannya sebagai bangsa yang menjadikan kebudayaan sebagai bahasa diplomasi, serta menghubungkan masa lalu, diaspora, dan masa depan di panggung global.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260727-WA0000
PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile dan Fitur SwaCAM, Wujud Layanan Digital Menyambut HUT ke-81 RI
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
Berita Lainnya

1

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260727-WA0003
Gilang Dorong Puskesmas di Jakasampurna, Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
IMG-20260726-WA0003
DPRD Kota Bekasi Desak Pemerintah Pusat Tepati Komitmen Flyover Bulak Kapal, Warga Tak Bisa Terus Menunggu
IMG-20260726-WA0002
Reses Kreatif Samuel Sitompul Berbuah Puluhan Aspirasi Warga Bekasi Timur
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan