Elena Rybakina Dituding Main Aman, Fokus Amankan Diri Jelang WTA Finals di Riyadh?

Elena Rybakina (Foto: dok.WTA).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Elena Rybakina tengah jadi sorotan. Bukan hanya karena performanya yang menanjak musim ini, tetapi juga karena keputusannya mundur dari Tokyo Open 2025 yang memicu tudingan “main aman” demi WTA Finals.

Petenis asal Kazakhstan itu tampil luar biasa dalam beberapa pekan terakhir. Setelah tersingkir di perempatfinal Wuhan Open dari Aryna Sabalenka, Rybakina langsung bangkit di Ningbo Open dengan menjuarai turnamen tersebut.

Ia bahkan menumbangkan dua petenis papan atas, Jasmine Paolini dan Ekaterina Alexandrova, dalam perjalanan menuju gelar keduanya musim ini.

Performa impresif itu berlanjut di Tokyo Open. Juara Wimbledon 2022 tersebut tampil dominan di dua laga awal, mengalahkan dua petenis Kanada, Leylah Annie Fernandez dan Victoria Mboko, tanpa kehilangan satu set pun. Namun, saat dijadwalkan menghadapi Linda Noskova di perempatfinal, Rybakina tiba-tiba mengundurkan diri karena cedera punggung.

Keputusan itu sontak memicu reaksi keras di kalangan penggemar. Banyak yang menilai Rybakina hanya menggunakan Tokyo Open sebagai ajang mengamankan poin agar memastikan tempat di WTA Finals, bukan berjuang demi gelar.

“Dia sudah dapat poin yang cukup, lalu pergi begitu saja. Ini seperti turnamen cuma jadi formalitas,” tulis salah satu penggemar di media sosial X.

Komentar lain menyindir, “Jika memang kelelahan, katakan saja. Tapi jangan pura-pura cedera demi istirahat sebelum Riyadh.”

Baca Juga:

Elena Rybakina Mundur dari Semifinal Tokyo Open, Fokus Pulihkan Cedera Jelang WTA Finals Riyadh

Rybakina pun menjawab dengan nada menyesal, menegaskan bahwa keputusan itu murni karena alasan kesehatan.

“Saya sangat menyesal tidak bisa bermain hari ini. Punggung saya bermasalah sepanjang pekan, dan saya tidak bisa bermain 100 persen. Saya kecewa fans di Tokyo tidak dapat melihat saya bertanding, tapi semoga kita bertemu lagi musim depan,” ujar Elena, melansir WTA, Senin (27/10/2025).

Meski begitu, narasi “main aman” tetap bergulir. Beberapa analis menilai langkah Rybakina memang logis, mengingat WTA Finals di Riyadh yang dimulai pada 1 November mendatang merupakan turnamen paling bergengsi di akhir musim. Dengan kondisi fisik yang sudah terkuras, keputusan mundur dianggap sebagai strategi menjaga kebugaran untuk duel besar melawan para petenis elite dunia.

Musim ini, Rybakina akan bersaing dengan nama-nama besar seperti Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Cori Gauff, Amanda Anisimova, Jessica Pegula, Madison Keys, dan Jasmine Paolini di WTA Finals. Turnamen ini sekaligus menjadi penutup musim bagi delapan petenis terbaik dunia.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara