DPR Sorot Impor 105 Ribu Kendaraan Koperasi Merah Putih, Senilai Rp 24,66 Triliun!

kendaraan koperasi merah putih
Ilustrasi. (X/insightpolitica)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menuai pengawasan ketat parlemen.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan kebijakan jumbo tersebut tidak boleh keluar dari rel konstitusi.

Menurutnya, setiap kebijakan ekonomi terutama yang menggunakan anggaran sangat besar—wajib selaras dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama.

“Kebijakan ini harus sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama demi kemakmuran rakyat,” tegas Nurdin, Minggu (22/2/2026).

Alarm Konstitusi dari DPR

Nurdin mengingatkan koperasi memang merupakan soko guru ekonomi nasional. Namun, penguatan koperasi tidak boleh ditempuh dengan langkah yang justru berpotensi melemahkan fondasi industri dalam negeri.

Ia menekankan, belanja negara harus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, meningkatkan nilai tambah domestik, serta menciptakan lapangan kerja.

“Setiap rupiah belanja negara harus memastikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujarnya.

Dengan nilai proyek mencapai Rp24,66 triliun, DPR menilai kebijakan ini tidak bisa diputuskan semata berdasarkan pertimbangan harga atau efisiensi jangka pendek.

Industri Otomotif Lokal Jadi Sorotan

Rencana pengadaan kendaraan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara memicu kekhawatiran tersendiri. Apalagi informasi awal menyebut keterlibatan produsen otomotif India seperti Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

DPR menilai pemerintah wajib membuka secara terang alasan teknis apabila industri otomotif nasional dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan.

“Kebijakan dengan nilai anggaran sangat besar tidak boleh diputuskan semata-mata atas dasar efisiensi harga,” kata Nurdin.

Ia mengingatkan momentum kebangkitan industri otomotif dalam negeri tidak boleh terganggu oleh impor skala besar tanpa kajian komprehensif.

Nurdin mendorong pemerintah mengkaji skema yang lebih berpihak pada industri nasional, termasuk peningkatan TKDN, kemitraan produksi, maupun perakitan lokal.

“Penguatan koperasi penting, tetapi jangan sampai industri nasional kehilangan momentum,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kemandirian industri sekaligus memastikan efek berganda bagi ekonomi domestik.

Baca Juga:

Kesepakatan Prabowo–Trump, Indonesia Longgarkan Aturan Halal untuk Produk AS

Skala Impor yang Fantastis

Rencana pengadaan melibatkan total 105.000 unit kendaraan niaga. Komposisinya meliputi pikap 4×4 serta truk roda enam yang akan digunakan untuk operasional koperasi desa.

Nilai proyek yang menembus Rp24,66 triliun membuat DPR menilai pengawasan harus dilakukan ekstra ketat. Komisi VI menyatakan akan mengawal seluruh proses agar tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.

Desakan Transparansi

Parlemen juga menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah dalam setiap tahapan proyek. Mulai dari perencanaan, pemilihan vendor, hingga implementasi di lapangan harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Transparansi dalam setiap tahapan proses impor menjadi kunci,” pungkas Nurdin.

Penguatan koperasi desa diakui sebagai agenda strategis. Namun DPR mengingatkan, langkah tersebut harus tetap memperkuat—bukan justru menggerus—kemandirian industri nasional.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian