Apa Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes?

koperasi desa merah putih-1
(r2BREMBANG)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Koperasi Desa Merah Putih dapat mendorong kemandirian usaha serta kesejahteraan bersama dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, koperasi ini disebut-sebut tidak akan menghilangkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan Koperasi Merah Putih katanya justru akan memperkuat BUMDes.

Secara umum, Koperasi Desa Merah Putih fokus pada prinsip keanggotaan dan keuntungan bersama. Sementara BUMDes lebih berorientasi pada pengelolaan aset desa untuk kepentingan masyarakat luas.

Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dengan BUMDes mencakup dasar hukum, bentuk usaha, modal, hingga jumlah unit. Berikut informasi terkait perbedaan antara Koperasi Merah Putih dan BUMDes:

1. Dasar Hukum

Dari sisi dasar hukum, Koperasi Merah Putih berlandaskan Surat Edaran Menteri Koperasi No.1 Tahun 2015 serta Instruksi Presiden No.9 Tahun 2025. Sementara BUMDes diatur dalam Pasal 117 Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

2. Bentuk Usaha

Dalam bentuk usaha, Koperasi Desa Merah Putih beroperasi sebagai koperasi dengan prinsip keanggotaan. Sedangkan BUMDes merupakan badan usaha yang dimiliki dan dikelola langsung oleh desa.

3. Modal

Koperasi Merah Putih memperoleh pendanaan dari dana desa, APBN, APBD, serta pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Di lain sisi, BUMDes mendapatkan bantuan dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi, serta penyertaan modal dari pihak lain.

4. Pengelola

Dalam hal pengelolaan, Kopdes Merah Putih dipimpin oleh pengurus koperasi yang dipilih secara demokratis. Sementara BUMDes dikelola oleh seorang direktur yang ditunjuk oleh desa.

5. Contoh Usaha

Perbedaan lain terlihat dari jenis usaha yang dijalankan. Koperasi Merah Putih umumnya bergerak dalam layanan seperti gerai sembako, simpan pinjam, klinik desa, serta penyediaan gudang atau penyimpanan.

Sebaliknya, BUMDes lebih sering mengelola usaha wisata desa, layanan air bersih, dan perdagangan yang berhubungan dengan potensi lokal.

6. Tujuan Utama

Tujuan pendirian masing-masing juga berbeda. Kopdes Merah Putih bertujuan untuk memberdayakan masyarakat demi kemandirian ekonomi desa.

Sementara BUMDes berfokus pada peningkatan pendapatan asli desa serta optimalisasi potensi desa untuk kesejahteraan warga.

Baca Juga:

167 Koperasi Merah Putih Siap Lahir di Sukoharjo!

Desa Sukorambi Bentuk Koperasi Merah Putih

7. Wewenang

Terkait wewenang, aturan bagi Koperasi Merah Putih masih dalam tahap penyusunan. BUMDes memiliki kewenangan penuh dalam memimpin unit usaha serta mengelola kegiatan ekonomi desa.

8. Modal Awal

Koperasi Merah Putih memiliki modal awal dengan total keseluruhan mencapai Rp.400 triliun (setiap koperasi Rp. 5 miliar). BUMDes sangat bervariasi di setiap daerah. Batas minimal yang ditentukan sebesar Rp.20 juta.

9. Jumlah Unit

Koperasi Merah Putih ditargetkan dapat berdiri sebanyak 80.000 unit di seluruh Indonesia. Sementara BUMDes yang telah terdata secara nasional mencapai 64.283 unit.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun