Doli Kurnia Ingatkan Risiko Koalisi Permanen, Partai Bisa Kehilangan Ruang Gagasan

Koalisi Permanen
Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia (Foto:dok.Golkar).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wacana koalisi permanen yang kembali mengemuka di internal Partai Golkar memantik respons hati-hati dari Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Ia menilai gagasan tersebut berisiko membatasi ruang gerak partai politik dalam merumuskan ide dan arah kebijakan jika dipaksakan menjadi aturan formal.

Menurut Doli, demokrasi Indonesia selama ini tumbuh dengan karakter koalisi yang lentur dan dinamis. Model tersebut memungkinkan partai politik bernegosiasi, beradaptasi, dan menyusun kerja sama berdasarkan kesamaan visi dalam setiap momentum politik.

“Koalisi selama ini berjalan secara alamiah. Kalau kemudian dipermanenkan dan diatur secara formal, saya khawatir justru menghilangkan dinamika yang selama ini menjadi kekuatan demokrasi kita,” ujar Doli, dikutip dari cnn Indonesia, Sabtu (13/12/2-25).

Baca Juga:

Golkar Sebut Kebijakan Bahlil Pro-Rakyat, Benarkah?

Sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Doli mengingatkan bahwa koalisi permanen bukan hanya persoalan teknis politik, tetapi juga menyangkut prinsip kebebasan partai dalam menyampaikan gagasan kepada publik. Ia menilai keterikatan jangka panjang antarpihak dalam koalisi dapat membatasi ruang elaborasi ide.

“Kalau semua sudah dikunci dalam koalisi permanen, partai bisa kehilangan keleluasaan untuk menyusun dan menawarkan visi misi yang berbeda kepada masyarakat,” katanya.

Doli menambahkan, politik yang terlalu kaku justru berpotensi melahirkan stagnasi. Padahal, menurutnya, perbedaan gagasan dan fleksibilitas koalisi merupakan mekanisme penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Partai politik itu seharusnya bebas mengembangkan konsep membangun bangsa. Biarkan publik yang menilai dan memilih,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa setiap wacana perubahan sistem politik, termasuk koalisi permanen, seharusnya dikaji secara komprehensif agar tidak justru melemahkan praktik demokrasi yang sudah berjalan.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026