Di Tengah Musim Terburuknya, Francesco Bagnaia Memilih Bertahan Bersama Ducati

Francesco Bagnaia
Francesco Bagnaia (Foto: MotoSport).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Francesco Bagnaia menatap musim dingin dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia baru saja melewati salah satu musim paling mengecewakan dalam kariernya. Di sisi lain, masa depannya kembali jadi bahan perdebatan besa, apakah Ducati masih melihatnya sebagai fondasi proyek jangka panjang, atau justru mulai mempertimbangkan nama lain?

Namun di tengah tekanan itu, Bagnaia justru memilih langkah yang tidak banyak diduga, ia tetap ingin bertahan.

“Saya ingin tetap bersama Ducati. Mereka memberi saya kesempatan,” ucapnya, melansir MooGP, Selasa (18/11/2025).

Bagnaia mengakhiri 2025 dengan hanya dua kemenangan dan duduk di posisi kelima klasemen. Rasa percaya dirinya terhadap bagian depan GP25 hancur sejak jeda musim panas. Terlebih, lima kali gagal finis beruntun di hari Minggu membuat situasinya tampak semakin tak terkendali.

Momen terburuknya datang di Valencia, ketika ia terjatuh pada lap pertama akibat kontak dengan Johann Zarco, sebuah penutup yang pahit untuk musim yang sudah berat.

Baca Juga:

Lolos dari Kecelakaan Mengerikan, Alex Marquez Cetak Rekor di MotoGP Spanyol

Di paddock, desas-desus mulai terdengar bahwa kontraknya untuk 2027 bisa saja tidak lagi menjadi prioritas Ducati. Namun sang juara dunia dua kali memilih tidak panik.

“Bukan saya yang memulai pembicaraan,” ucap Bagnaia.

Ketika ditanya kapan Ducati dan dirinya mulai merundingkan masa depan, Bagnaia menjawab jujur.

“Mungkin musim dingin ini kami mulai berbicara. Itu bukan urusan saya yang memulai,” ujarnya.

Jawaban itu memperlihatkan sisi rapuh Bagnaia, ia ingin bertahan, tetapi ia sadar sepenuhnya bahwa kartu negosiasi tidak lagi berada di tangannya. Performanya tahun ini membuat posisinya jauh dari aman.

Meski performanya anjlok, Ducati tetap menunjukkan dukungan. Namun nada optimisme mereka berbeda, lebih berhati-hati, lebih menunggu arah pengembangan motor baru. GP26 akan menjadi tolok ukur apakah Bagnaia masih bisa menjadi pemimpin proyek.

Kini, Bagnaia harus kembali ke titik awal, memahami motor, memperbaiki gaya balapnya, dan membuktikan bahwa ia masih pebalap yang membuat Ducati mendominasi seperti 2022–2023.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City