Desa Wisata Tebara, Jejak Peradaban Tua di Jantung Sumba Barat

Desa Wisata Tebara (Foto: Dok.Jadesta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di jantung Pulau Sumba bagian barat, tepatnya di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terbentang sebuah desa yang menyimpan denyut peradaban tua sekaligus harapan masa depan, yaitu Desa Wisata Tebara.

Lanskap Tebara adalah perpaduan perbukitan hijau, kampung adat yang berdiri anggun di ketinggian, serta jejak-jejak kebudayaan megalitikum yang masih hidup dan bernapas hingga hari ini. Seperti desa-desa lain di Sumba, Tebara bukan sekadar ruang tinggal, melainkan ruang makna, tempat manusia, alam, dan arwah leluhur saling terhubung dalam satu harmoni.

Di atas perbukitan yang sengaja dipilih sejak masa lampau untuk menghindari serangan musuh, kampung-kampung adat Tebara berdiri kokoh. Rumah-rumah adat Sumba menjulang dengan menara bertanduk yang menusuk langit, seolah menjadi penghubung antara bumi dan alam semesta. Dari kejauhan, siluet menara itu tampak seperti doa yang tak pernah selesai diucapkan.

Rumah adat Sumba bukan sekadar bangunan, melainkan narasi kosmologi yang dibagi dalam tiga lapisan kehidupan.

Tingkat pertama, Sali Kabungnga, berada paling bawah. Di sinilah hewan peliharaan ditempatkan sebuah simbol filosofis tentang kehidupan manusia di dunia yang masih sarat kekotoran dan nafsu duniawi.

Di atasnya, tingkat kedua menjadi pusat kehidupan manusia. Di ruang inilah api perapian menyala tepat di jantung rumah, menjadi lambang kehidupan dan penyucian jiwa. Ruang ini terbagi menjadi dua bagian besar: Bali Katuonga, ruang tamu yang sakral bagi kaum pria dan terlarang bagi perempuan tertentu; serta Kere Padalu, ruang memasak dan ruang kerja perempuan, tempat gentong air Padalu disimpan sebagai sumber kehidupan. Secara filosofis, tingkat kedua melambangkan api penyucian sebelum jiwa melanjutkan perjalanan menuju dunia arwah, Ma Rappu.

Baca Juga:

Desa Wisata Sanankerto Malang, Pesona Hutan Bambu dan Wisata Edukatif Keluarga

Sementara itu, tingkat ketiga Umma Daluka atau Toko Umma adalah menara bertanduk yang menjulang tinggi. Di sinilah makanan dan benda-benda budaya disimpan. Secara simbolik, menara ini melambangkan nirwana, surga, atau kehidupan abadi. Bentuknya menyerupai telapak tangan yang terkatup, simbol pemujaan kepada Sang Pencipta Semesta. Dua tanduk di puncaknya merepresentasikan perempuan dan laki-laki, mahakarya dalam kisah penciptaan manusia.

Tak jauh dari rumah-rumah adat itu, batu-batu kubur raksasa dan sarkofagus megalitikum tersebar di halaman kampung—pemandangan yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumba. Batu kubur tersebut bukan sekadar makam, melainkan simbol perahu jiwa yang berlayar menuju dunia arwah. Di sinilah konsep Ma Rappu menjadi pusat kebudayaan Sumba: keyakinan bahwa kehidupan setelah kematian adalah bagian terpenting dari perjalanan manusia.

Bagi masyarakat Tebara, kehidupan di dunia hanyalah persinggahan. Ia harus dijalani dengan amal kebaikan agar perjalanan menuju keabadian menjadi paripurna. Rumah adat menara menjadi simbol kelahiran, sementara batu kubur megalitikum menjadi simbol kematian raga menuju kehidupan yang kekal.

Warisan budaya inilah yang menjadikan Kampung Adat Prai Ijing sebagai ikon utama Desa Wisata Tebara. Tata kelola wisata budaya di kampung ini tak hanya menghadirkan pengalaman otentik bagi wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Lapangan kerja tercipta, kesejahteraan meningkat, dan yang terpenting, paradigma warga berubah. Dari sekadar penjaga tradisi, mereka kini menjadi pelaku kreatif yang mampu merawat budaya sekaligus menyongsong masa depan.

Namun Tebara bukan hanya tentang budaya. Alamnya pun menawarkan pesona yang tak kalah memikat. Danau alami Weeboro menyimpan ketenangan, sementara Bukit Pangadu, Bukit Wee Padenang, dan Bukit Ngadu Bonnu menyuguhkan panorama luas yang menghadap langsung ke Samudera Hindia di selatan tempat langit dan laut bertemu dalam garis cakrawala tanpa batas.

Keunikan Desa Wisata Tebara semakin terasa karena wilayahnya yang tersebar luas ke empat penjuru mata angin, menghadirkan ragam lanskap dan pengalaman dalam satu desa.

Namun barangkali, daya tarik terbesar Tebara bukan semata pada keindahan alam atau kekayaan budayanya. Melainkan pada kesempatan untuk menyelami denyut kehidupan warganya cara mereka memandang hidup, menyikapi teknologi dan modernisme, tanpa melepaskan jati diri dan karakter budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Di Tebara, masa lalu bukan beban. Ia adalah fondasi yang kokoh untuk melangkah ke masa depan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Persib vs PSIM
I.League Tegaskan Aturan 3 Pemain Asing di League Cup 2026/2027
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – I.League menegaskan regulasi penggunaan pemain asing dalam League Cup...
IMG-20261027-WA0001
Momentum Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Majalaya Ajak Pelanggan Manfaatkan Promo Tambah Daya 50 Persen
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 menjadi momentum bagi PT PLN (Persero)...
Picture1
Lime Coffee Shop Resto favehotel Hyper Square Bandung Tutup Sementara untuk Renovasi, Siap Hadir Kembali pada Awal Desember 2026
Bandung, 20 Oktober 2026 – Lime Coffee Shop Resto yang berlokasi di favehotel Hyper Square Bandung akan...
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bermitra dengan Sanggar Tari Gaya Gita Studio Kota Sukabumi
Teater Tari  ‘Pakujajar di Gunung Parang’Mengajak Partisipasi Generasi Muda mengenal Asal Usul  Kota Sukabumi
Retno Dwimarwati SUKABUMI, TEROPONGMEDIA.ID– Rekonstruksi Legenda Pakujajar di Gunung Parang...
IMG-20261024-WA0001
Kolaborasi Berbagi Cahaya, Kejari Kabupaten Bandung dan PLN UP3 Majalaya Salurkan Bantuan untuk Warga Jelekong
BANDUNG, TEROPONGMEDIA ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan PT...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Brace Cristiano Ronaldo
Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan kehebatannya di atas lapangan...

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

4

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

5

kijang lgx
Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Transmisi otomatis konvensional dirancang untuk memberikan pengalaman...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...