BEKASI,TEROPONGMEDIA.ID – Persoalan akses pendidikan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga saat Anggota DPRD Kota Bekasi Samuel Sitompul menggelar Reses II di RT 003/RW 006, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Meski dikemas dalam suasana santai melalui turnamen catur antarwarga, fokus utama kegiatan tetap pada upaya menyerap dan mengawal kebutuhan masyarakat.
Samuel mengungkapkan, kekhawatiran para orang tua terhadap anak-anak yang belum memperoleh bangku sekolah menjadi isu yang paling mendesak. Sejumlah warga berharap pemerintah memberikan solusi agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Menurutnya, hak memperoleh pendidikan harus dirasakan oleh seluruh anak tanpa terkecuali. Karena itu, berbagai aspirasi yang berkaitan dengan dunia pendidikan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Bekasi.
Selain sektor pendidikan, warga juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan infrastruktur lingkungan. Beberapa kebutuhan yang mengemuka di antaranya pembangunan sumur resapan, penyediaan tanggul penahan air, serta penanganan titik-titik rawan genangan yang masih sering terjadi saat hujan deras.
Samuel memastikan seluruh aspirasi yang diterima tidak akan berhenti sebagai catatan hasil reses. Ia berkomitmen membawa berbagai usulan tersebut ke DPRD agar dapat dibahas melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai skala prioritas pembangunan daerah.
Ia menilai reses merupakan kesempatan penting untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan mendengar kebutuhan warga dari lapangan, kebijakan yang disusun pemerintah diharapkan lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab persoalan yang terjadi di lingkungan.
Di sisi lain, pelaksanaan turnamen catur menjadi cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara wakil rakyat dan masyarakat. Suasana yang lebih cair membuat warga merasa lebih nyaman menyampaikan berbagai persoalan tanpa sekat formalitas. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi, dengan ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan di lingkungan.
Samuel berharap pendekatan yang menggabungkan kegiatan sosial dan dialog masyarakat dapat terus dilakukan pada kesempatan berikutnya. Menurutnya, kedekatan antara wakil rakyat dan konstituen akan mempermudah proses penyerapan aspirasi sekaligus memastikan setiap usulan masyarakat memperoleh perhatian dalam agenda pembangunan Kota Bekasi.