Desa Rammang-rammang, Permata Karst Sulawesi Selatan yang Mulai Mendunia

Desa Rammang-Rammang
Desa Wisata Rammang-Rammang (Foto: dok.Pemkab Maros).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian menegaskan diri sebagai salah satu destinasi ekowisata paling menarik di Indonesia. Kawasan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin itu menawarkan panorama bentang alam karst yang jarang ditemukan di tempat lain, terutama karena berada di tengah persawahan dan aliran sungai, bukan di tepi pantai seperti kawasan karst pada umumnya.

Rammang-Rammang berada dalam gugusan karst Maros–Pangkep, salah satu kawasan karst terbesar di dunia. Pengunjung disambut deretan tebing batu kapur yang menjulang, hamparan sawah hijau, serta jalur air alami yang membelah pemukiman warga. Keindahan itu pula yang membuat destinasi ini semakin populer di kalangan pelancong domestik maupun mancanegara.

Perjalanan Sungai yang Menjadi Ikon

Salah satu pengalaman ikonik di Rammang-Rammang adalah menyusuri Sungai Pute menggunakan perahu tradisional. Pengunjung dapat memulai perjalanan dari Dermaga II, lalu melintasi sungai berkelok di antara pepohonan nipah dan formasi karst menyerupai dinding raksasa.

Perjalanan perahu berdurasi sekitar 30–40 menit, menghadirkan suasana tenang yang belum banyak tercemar hiruk-pikuk wisata massal. Di beberapa titik, pengunjung dapat melihat aktivitas warga lokal, termasuk petani dan nelayan sungai yang tetap mempertahankan cara hidup tradisional.

Hutan Batu dan Jejak Prasejarah

Selain rute sungai, kawasan ini menawarkan “Hutan Batu”, area penuh formasi batuan kapur yang terbentuk secara alami sepanjang ribuan tahun. Bentuknya yang unik menjadikan tempat ini favorit para fotografer.

Tak jauh dari kawasan tersebut, terdapat pula sejumlah gua kecil yang menyimpan jejak prasejarah berupa lukisan tangan manusia purba. Temuan ini menjadi bukti sejarah panjang peradaban di kawasan Maros–Pangkep dan kini menjadi daya tarik edukatif bagi wisatawan.

Baca Juga:

Desa Wisata Jalatrang Jadi Percontohan Model Kolaborasi Baru Pengembangan Pariwisata di Ciamis

Aktivitas Wisata yang Beragam

Rammang-Rammang tidak hanya mengandalkan panorama alam. Pengunjung dapat bersepeda di jalur pedesaan, menikmati kuliner lokal, hingga berinteraksi dengan penduduk yang mempertahankan tradisi Bugis–Makassar.

Pada pagi hari, kawasan ini kerap diselimuti kabut lembut yang muncul di antara tebing-tebing karst, menciptakan suasana dramatis yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

Akses dan Biaya

Rammang-Rammang dapat diakses melalui jalur darat dari Makassar menuju Maros. Pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi dapat menggunakan bus, pete-pete, atau ojek menuju dermaga.

Untuk menikmati kawasan ini, wisatawan dikenakan sejumlah biaya yang relatif terjangkau:

  • Tiket masuk: sekitar Rp10.000–Rp15.000 per orang
  • Parkir: Rp5.000–Rp10.000
  • Sewa perahu: kisaran Rp250.000 per unit (kapasitas 6–8 orang)
  • Jam operasional: sekitar pukul 06.00–18.00

Bagi wisatawan yang ingin paket lengkap, sejumlah operator menyediakan tur satu hari yang sudah mencakup transportasi, pemandu, dan perjalanan sungai.

Butuh Kesadaran Wisata Berkelanjutan

Seiring meningkatnya kunjungan, masyarakat dan pengelola mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan karst. Pengunjung diimbau menghormati kawasan budaya serta tidak merusak batuan atau gua yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Destinasi yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Dengan kombinasi pemandangan alam yang unik, kekayaan sejarah, serta suasana pedesaan yang otentik, Rammang-Rammang menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi di Sulawesi Selatan. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang tenang, indah, dan berbeda, sebuah “surga karst” tersembunyi yang mulai mendapat perhatian dunia.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City