BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Banjir yang melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, sejak sepekan terakhir berdampak luas pada permukiman warga di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang mencatat, sebanyak tujuh kecamatan terdampak banjir dengan total 51 desa terendam akibat luapan sejumlah sungai.
Berikut daftar kecamatan dan desa terdampak banjir di Kabupaten Subang berdasarkan data BPBD:
1. Kecamatan Pusakanagara
Desa Mundusari, Kotasari, Pusakaratu, Gempol, Rancadaka, Patimban, Kalentambo
2. Kecamatan Ciasem
Desa Pinangsari, Dukuh, Ciasem Tengah, Ciasem Baru, Ciasem Hilir
3. Kecamatan Blanakan
Desa Muara, Tanjungtiga, Cilamaya Girang, Langensari, Blanakan, Rawamekar, Jayamukti, Rawameneng, Cilamaya Hilir
4. Kecamatan Pusakajaya
Desa Pusakajaya, Karanganyar, Cigugur Kaler, Bojongjaya, Kebondanas, Cigugur, Rangdu, Bojong Tengah
5. Kecamatan Sukasari
Desa Anggasari, Batangsari, Curugreja, Mandalawangi, Sukamaju, Sukareja, Sukasari
6. Kecamatan Legonkulon
Desa Bobos, Karangmulya, Legonkulon, Legonwetan, Mayangan, Pangarengan, Tegalurung
7. Kecamatan Pamanukan
Desa Bongas, Pamanukan, Rancahilir, Lengkongjaya, Rancasari, Mulyasari, Pamanukan Hilir, Pamanukan Sebrang
Baca Juga:
Ratusan Pengungsi Banjir Subang Masih Tinggal di Bawah Flyover
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memastikan pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak, mulai dari pemantauan kondisi lapangan hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami terus memantau kondisi banjir di lapangan dan memastikan warga terdampak berada dalam kondisi aman dan sehat. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dapur umum di desa-desa terdampak,” ujar Reynaldy dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum. BPBD mencatat puluhan sekolah dan sarana ibadah terdampak, serta ribuan hektare lahan persawahan ikut terendam. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak dapat ditempati.
Reynaldy juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia menegaskan penyaluran bantuan logistik dilakukan melalui aparat desa hingga RT agar tepat sasaran.
“Kami berkomitmen memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat banjir,” tegasnya.










