Candi Cangkuang dan Kampung Pulo: Warisan Leluhur Penjaga Harmoni di Tanah Garut

Candi Cangkuang (Pinterest)
Candi Cangkuang (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

GARUT, TEROPONGMEDIA.ID — Di balik keheningan dan hijaunya dataran Leles, Garut, Jawa Barat, berdiri sebuah peninggalan sejarah yang tak hanya menyimpan kisah masa lalu, tetapi juga merawat nilai-nilai toleransi dan kebudayaan, Candi Cangkuang.

Meski tak setenar Borobudur atau Prambanan, Candi Cangkuang menyimpan cerita unik sebagai satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda yang berdiri berdampingan dengan perkampungan Muslim tradisional: Kampung Pulo.

Candi Cangkuang ditemukan kembali pada tahun 1966 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Drs Uka Tjandrasasmita.

Saat itu, di tengah rerimbunan pohon cangkuang yang menjadi asal-usul namanya, para peneliti menemukan reruntuhan batuan andesit yang membentuk struktur candi kecil khas abad VIII Masehi.

Candi ini diyakini sebagai peninggalan masa Kerajaan Sunda Kuno dan berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, terlihat dari arca Siwa yang kini tersimpan di dalam candi.

Namun keistimewaan situs ini bukan hanya karena arsitektur candinya yang langka, melainkan juga karena keberadaan Kampung Pulo, perkampungan Muslim kuno yang tetap mempertahankan pola hidup tradisional dan nilai-nilai leluhurnya hingga kini.

Hanya enam kepala keluarga dan satu keturunan perempuan yang tinggal di sana—jumlah yang tak boleh bertambah menurut aturan adat.

Mereka menjalani hidup dengan aturan turun-temurun yang tidak tertulis, seperti larangan membangun rumah lebih dari tujuh unit dan tidak mengadakan pesta pernikahan di dalam kampung.

Kampung Pulo juga menjadi saksi jejak dakwah Arief Muhammad, seorang penyebar Islam asal Sumatra yang konon datang ke daerah ini pada abad ke-17.

Dalam disertasi Putri (2022), dijelaskan bahwa Arief Muhammad adalah tokoh penting yang membawa pengaruh besar dalam Islamisasi wilayah Leles, termasuk di dalamnya transformasi nilai spiritual masyarakat setempat yang kala itu masih memeluk kepercayaan Hindu-Sunda.

Menariknya, harmoni antara candi Hindu dan kampung Muslim ini menjadi simbol toleransi budaya yang langka di Indonesia.

Seperti ditulis Azzahra (2022), Candi Cangkuang tidak hanya menjadi monumen arkeologi, tetapi juga situs edukatif yang mencerminkan perjalanan budaya, spiritual, dan pendidikan masyarakat Sunda dari masa ke masa.

Pada masa kini, kawasan Cangkuang telah dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Perjalanan menuju candi yang hanya bisa diakses dengan rakit melintasi Situ Cangkuang memberikan pengalaman tersendiri, seolah menyelami lorong waktu menuju masa silam.

Sayangnya, perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah di kawasan ini masih belum maksimal. Padahal, jika dikemas dengan pendekatan edukatif dan narasi lokal yang kuat, Candi Cangkuang dan Kampung Pulo bisa menjadi ikon toleransi budaya dan spiritual yang berdaya saing nasional.

BACA JUGA

Miris! Setiap Hari Indonesia Produksi Sampah Sebanyak 12 Candi Borobudur

Candi Jiwa Karawang, Situs Batujaya yang Masih Banyak Menyimpan Misteri

Meski sunyi dan jauh dari gemerlap pariwisata massal, jejak sejarah Candi Cangkuang tetap hidup, dijaga oleh masyarakat, dilestarikan oleh cerita, dan menunggu generasi muda untuk menyapa serta memaknai kembali warisan leluhur ini.

Sumber: Azzahra, Asal Usul Candi Cangkuang: Analisis Budaya dan Pendidikan; Putri E. N. S. A. (2022), Doctoral Dissertation Universitas Muhammadiyah Purwokerto

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City