Kejar Produksi Bioetanol, 2.652 Ha Hutan Garut Ditanami Aren

bioetanol garut, pohon aren
Ilustrasi- Bahan Bakar Bioetanaol (Unsplash)
-

Tidak ada video disisipkan.

GARUT, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni mengunjungi Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk meninjau langsung kawasan hutan yang ditanami pohon aren sebagai bahan dasar produksi bioetanol.

Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan mendukung produksi bioetanol dalam program swasembada energi terbarukan nasional.

“Ini energi yang sangat baik, energi terbarukan. Kita punya banyak lahan yang bisa dikelola untuk aren dengan baik,” ujar Raja Juli dalam diskusi bersama Kelompok Tani Hutan Jaya Waringin di Kampung Caringin, Desa Parakan, Sabtu (10/5/2025).

Kabupaten Garut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pohon aren, yang tidak hanya dimanfaatkan untuk gula tetapi juga sebagai sumber bioetanol.

Program penanaman 300 ribu hektare aren pada 2025 merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan target jangka panjang mencapai 1,2 juta hektare.

“Pak Prabowo sudah memerintahkan tahun ini menanam 300 ribu hektare,” tegas Raja Juli Antoni.

Kementerian Kehutanan saat ini aktif mencari lokasi dan bibit unggul untuk mendukung program tersebut, salah satunya di Garut.

Menhut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemanfaatan aren untuk energi dan ketahanan pangan.

“Kita harus mengatur mana yang akan jadi bioetanol, mana yang tetap menjadi gula,” jelasnya.

BACA JUGA

Target Swasembada Energi

Didampingi Penasihat Utama Menteri Willie Smits, Menhut menyebut pohon aren memiliki multifungsi, mulai dari akar hingga daun, termasuk mendukung ketahanan energi.

Dengan teknik penanaman yang tepat, satu hektare aren mampu menghasilkan 24 ribu kilo liter bioetanol. Jika dikembangkan di satu juta hektare, Indonesia berpotensi swasembada BBM.

“Kita tidak perlu impor BBM jika bisa memaksimalkan bioetanol ini,” tegasnya.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif dukungan Kemenhut dan berharap adanya bantuan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani.

“Mohon bantuan alat-alat pengolahan, seperti untuk produksi gula semut, agar petani lebih mudah bekerja,” ujarnya.

Nur Asyiah (50), penyuluh kehutanan setempat, menyatakan saat ini lahan aren di Desa Parakan mencapai 25 hektare, dengan 5 hektare telah ditanami seribu pohon.

Meski belum seluruhnya berproduksi, aren telah memberi manfaat ekonomi, seperti bahan sapu lidi dan daun kawung untuk lintingan tembakau.

“Dua tahun lagi diperkirakan sudah bisa produksi gula aren sekaligus mendukung bioetanol,” katanya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Garut mencatat luas lahan aren di daerah ini mencapai 2.652 hektare pada 2024, dengan produktivitas 6.706 kilogram per hektare. Sebanyak 5.019 petani di 31 kecamatan terlibat dalam pengelolaannya.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian