Buruan Sae Jadi Penggerak Urban Farming Terpadu di Bandung: Dari Olah Sampah hingga Cegah Stunting

Buruan Sae Jadi Penggerak Urban Farming Terpadu di Bandung: Dari Olah Sampah hingga Cegah Stunting
Buruan Sae Jadi Penggerak Urban Farming Terpadu di Bandung: Dari Olah Sampah hingga Cegah Stunting (dok buruan sae)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TERFOPONGMEDIA.ID — Program Buruan Sae kini menjadi salah satu penggerak utama urban farming di Kota Bandung. Tak sekadar menanam sayuran di pekarangan, Buruan Sae kini berkembang menjadi sistem pertanian kota yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah dan peningkatan ketahanan pangan keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan Buruan Sae telah masuk dalam program prioritas Pemkot Bandung. Program ini disinergikan dengan dua inisiatif besar lainnya, yaitu Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) dan Kawasan Bebas Sampah (KBS).

“Sekarang pembangunan Kota Bandung diarahkan agar tiga program ini berjalan terintegrasi. Sampah rumah tangga diolah dan dimanfaatkan, hasilnya digunakan untuk mendukung Buruan Sae sebagai bagian dari urban farming,” kata Gin Gin, Jumat (7/11/2025).

Selain itu, hasil panen dari Buruan Sae seperti sayuran segar juga dimanfaatkan dalam program dapur dasar penanganan stunting. 

“Jadi hasil Buruan Sae tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tapi juga masuk ke dapur dasar untuk membantu perbaikan gizi anak-anak. Ini membuat Buruan Sae semakin strategis,” jelasnya.

Baca Juga:

1.464 Petugas Gabungan Amankan Demo Buruh di DPR RI

Hilang 4 Tahun, Burung Beo Pulang ke Inggris Sudah Fasih Bahasa Spanyol!

Untuk memperkuat program ini, DKPP melakukan rebranding menjadi “Buruan Sae Utama”. Setiap tahun, pihaknya menargetkan pembentukan minimal 80 kelompok baru, dengan harapan setiap RW di Kota Bandung memiliki satu komunitas Buruan Sae aktif.

“Target kami, setiap RW punya satu kelompok Buruan Sae. Saat ini sudah ada 536 kelompok aktif di seluruh Bandung,” ucapnya.

Selain untuk ketahanan pangan keluarga, Buruan Sae kini juga diarahkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Gin Gin mengatakan, banyak kelompok yang mulai menjual hasil panennya dan bahkan mengembangkan usaha olahan pangan.

“Ke depan, Buruan Sae bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kami dorong agar bisa menghasilkan nilai ekonomi, bahkan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Untuk memperluas pasar, DKPP juga mendorong kerja sama antara kelompok Buruan Sae dengan dapur MBG agar bahan pangan lokal terserap lebih luas. 

“Kami sedang mengupayakan agar dapur MBG mengambil bahan baku dari Buruan Sae. Ini bentuk nyata ekonomi sirkular di tingkat lokal,” tambahnya.

Selain memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, Buruan Sae juga berperan dalam pengendalian inflasi pangan. Komoditas seperti cabai, bawang merah, dan cabai rawit kini menjadi tanaman prioritas karena memiliki pengaruh besar terhadap harga pasar.

“Tanaman-tanaman yang inflasioner seperti cabai dan bawang menjadi fokus utama. Kalau bisa kita produksi sendiri, otomatis tekanan inflasi di Kota Bandung bisa berkurang,” ungkapnya.

Dari total 536 kelompok Buruan Sae yang tercatat, hanya sekitar 14 hingga 15 kelompok yang saat ini tidak aktif sementara karena perubahan lahan atau pergantian pengurus RW.

“Meski ada yang tidak aktif, semangat warga untuk menjaga Buruan Sae tetap tinggi. Ini bukti bahwa masyarakat Bandung sudah mulai memahami pentingnya kemandirian pangan,” pungkasnya.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City