BRIN Ungkap ‘Sinkhole’ di Ketol Aceh Tengah Bukan Fenomena Alam Mendadak, Ini Penjelasan Ilmiahnya

sinkhole Sumatera Barat
Sinkhole di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. (Instagram/info.sumbar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Peristiwa tanah amblas yang terjadi di Ketol, Aceh Tengah, dinilai bukan sekadar fenomena alam sesaat, melainkan ancaman bencana berulang yang berpotensi terus berkembang jika tidak segera dimitigasi secara serius. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan proses longsoran geologi jangka panjang yang kini memasuki fase berbahaya.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menyebut bahwa lubang besar yang kini terlihat bukan terbentuk secara tiba-tiba, melainkan hasil akumulasi erosi dan ketidakstabilan lereng yang telah berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.

“Fenomena ini bukan sinkhole, tapi longsoran yang terus berkembang. Prosesnya berjalan lama, hanya saja kini mencapai fase runtuhan yang terlihat ekstrem,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, struktur batuan di kawasan tersebut tersusun dari lapisan tufa vulkanik yang rapuh dan mudah hancur jika terpapar air dalam waktu lama. Ketika hujan lebat datang, lapisan ini kehilangan kekuatannya, membuat lereng menjadi sangat rentan runtuh.

Baca Juga:

BMKG: Sinkhole di Sumatera Barat Tak Boleh Ditutup

Namun, yang paling dikhawatirkan BRIN bukan hanya penyebabnya, melainkan potensi kejadian lanjutan. Menurut Adrin, kombinasi hujan, aliran air permukaan dari saluran irigasi, dan kemungkinan aliran air tanah membuat kawasan tersebut tetap berada dalam kondisi tidak stabil.

“Kalau air terus masuk ke lapisan tanah yang rapuh, maka risiko longsoran susulan akan terus ada. Ini bukan kejadian sekali selesai,” tegasnya.

Ia juga menilai faktor gempa bumi yang pernah terjadi di Aceh Tengah berperan memperlemah struktur lereng, sehingga mempercepat proses kerusakan alami. Dampaknya, kawasan tersebut kini berada dalam kondisi geologi yang jauh lebih sensitif terhadap hujan dan getaran.

Dalam konteks mitigasi, BRIN menekankan bahwa langkah paling mendesak bukan hanya penelitian, tetapi pengendalian risiko. Pengaturan aliran air permukaan, penataan saluran irigasi, serta pembatasan aktivitas di zona rawan longsor dinilai menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting sekarang adalah mitigasi. Air harus dikendalikan, zona bahaya harus ditetapkan, dan masyarakat harus dilindungi dari risiko korban jiwa,” kata Adrin.

Ia juga mendorong pemasangan sistem peringatan dini longsor serta pembaruan peta kerentanan gerakan tanah agar lebih akurat dan operasional di lapangan. Menurutnya, tanda-tanda awal seperti retakan tanah, amblesan kecil, atau perubahan aliran air harus menjadi alarm dini bagi warga dan pemerintah daerah.

BRIN menilai tanpa langkah mitigasi struktural dan non-struktural yang serius, fenomena di Ketol berpotensi berkembang menjadi bencana berulang, bukan hanya kejadian insidental.

“Kita tidak bisa melihat ini sebagai peristiwa tunggal. Ini proses alam yang masih berjalan. Kalau tidak dikendalikan, risikonya akan terus meningkat,” tutup Adrin.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026