Update Data Bencana Sumatera, BNPB: 1.177 Orang Meninggal, 148 Masih Hilang

-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Minggu (4/1/2026) pukul 17.30 WIB.

Tercatat sebanyak 1.177 orang meninggal dunia, 148 masih hilang. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.

Selain itu, tercatat 178.479 rumah rusak di 52 kabupaten dengan rincian, 52.303 rusak berat, 43.933 rusak sedang, dan 82.243 rusak ringan.

Bencana ini juga merusak 803 rumah ibadah, 3.188 fasilitas pendidikan, 215 fasilitas kesehatan, 97 jembatan, dan 81 jalan.

Adapun total warga yang mengungsi mencapai 242,2 ribu orang, dengan jumlah pengungsi tertinggi di Aceh Tamiang dan Bireun.

Air Bersih Bagi Warga Aceh Tamiang

Upaya pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan secara intensif.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mengerahkan 8 armada mobil tangki dari BNPB berkapasitas 4.000 liter yang terus beroperasi mendistribusikan air bersih.

Saat ini warga di 8 kecamatan telah memperoleh layanan distribusi air bersih menyasar rumah-rumah warga, fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti masjid, sekolah, posko pengungsian, hingga pembersihan kantor pemerintahan.

Kegiatan dropping air yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB kerap baru selesai pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB dini hari.

Sasaran prioritas distribusi berada di wilayah hilir, antara lain Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara, hingga Karang Baru.

Pendistribusian juga didukung oleh Damkar Aceh Tamiang yang mengoperasikan 8 unit kendaraan berkapasitas 4.000 liter serta satu unit tangki berkapasitas 16.000 liter.

Salurkan Dana Tunggu Harian (DTH)

BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir dengan kategori rumah rusak berat di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) dari Desa Blang Awe, Manyang Cut, Beurawang, dan Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.

Para penerima DTH merupakan warga yang saat ini memilih tinggal sementara bersama kerabat atau menyewa rumah kontrakan sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai.

Melalui mekanisme ini, bantuan DTH disalurkan langsung di muka untuk tiga bulan dengan besaran Rp600.000 per KK per bulan, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp1.800.000.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City