Bencana Alam di Purwakarta, Gerakan Tanah atau Longsor? Ini Perbedaannya

gerakan Tanah longsor
(Instagram BPBD Purwakarta)
-

Tidak ada video disisipkan.

PURWAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gerakan tanah (mass movement) dan longsor (landslide) memiliki hubungan erat namun berbeda cakupannya. Lalu, kategori bencana alam apa yang sedang terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Juni 2025 ini?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta tela mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat menjauhi kawasan bencana tanah bergerak di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, menegaskan daerah tersebut merupakan kawasan rawan yang memerlukan penanganan terstruktur segera.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sekitar lokasi bencana, apalagi mendekat. Segala kebutuhan logistik di lokasi pengungsian akan kami penuhi secepatnya,” tegas Norman di Purwakarta, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebut pergerakan tanah yang semula terjadi setiap lima menit kini melambat menjadi sekitar satu jam sekali, namun ancaman bencana susulan tetap tinggi.

Bencana yang terjadi beberapa hari terakhir ini dinilai sebagai peristiwa tanah bergerak terbesar yang melanda Purwakarta sejak tahun 2007.

Pemkab Purwakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Baznas, dan instansi terkait lainnya tengah melakukan inventarisasi kebutuhan darurat.

Dampak bencana telah memaksa sekitar 250 warga mengungsi. Data sementara menunjukkan 70 bangunan rusak, mencakup 57 rumah rusak berat, satu fasilitas umum rusak berat, satu tempat ibadah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta melaporkan pergerakan tanah pada 11-14 Juni 2025 telah menjalar 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit.

BACA JUGA

Longsor Purwakarta, Tol Cipularang Aman? Ini Penjelasan Jasa Marga

206 Korban Longsor Purwakarta Mendapat Bantuan, Disalurkan 2 Tahap

Perbedaan Spesifik Gerakan Tanah dengan Longsor

Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), secara geologis, gerakan tanah didefinisikan sebagai perpindahan massa tanah atau batuan dari posisi semula, baik secara vertikal, horizontal, maupun miring, yang mencakup fenomena rayapan, aliran, serta longsoran. Dengan demikian, longsoran merupakan salah satu bentuk spesifik dari gerakan tanah.

Mekanisme Terjadinya Longsor

Longsor terjadi ketika gaya pendorong pada lereng melebihi gaya penahan. Gaya penahan dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sementara gaya pendorong dipicu oleh empat faktor utama: tingkat kemiringan lereng, kandungan air, beban tambahan, dan berat jenis material batuan.

Jenis-Jenis Longsor Berdasarkan Pergerakan Massa:

  1. Runtuhan (Falling)
    Jatuhnya bongkahan batuan dari lereng terjal secara bebas di udara, disertai energi kinetik tinggi. Material dapat memantul, menggelinding, atau kombinasi keduanya.
  2. Gelinciran (Sliding)
    Pergerakan massa tanah/batuan ke bawah akibat tegangan geser yang melampaui daya tahan material pada bidang runtuh.
  3. Gulingan (Toppling)
    Tergulingnya blok-blok batuan di lereng terjal atau vertikal akibat momen guling dari tekanan air pada rekahan batuan.
  4. Aliran (Flowing)
    Material bergerak menuruni lereng seperti cairan kental, dipicu kadar air tinggi pada material tidak padat. Bidang longsor pada tipe ini umumnya tidak teridentifikasi jelas.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026