BEM UI Kritik Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Perpanjang Penderitaan Rakyat

BEM UI
(Instagram/bemui_official)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak memiliki substansi jelas dan justru memperpanjang penderitaan masyarakat.

Tidak hanya itu, BEM UI juga menolak kebijakan efisiensi anggaran di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Melalui akun resminya, BEM UI juga menyoroti kebijakan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah kebijakan publik lain yang dianggap tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sikap BEM UI terhadap Kebijakan Efisiensi Anggaran

BEM UI menyampaikan beberapa tuntutan terkait kebijakan efisiensi anggaran, di antaranya:

  • Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menetapkan pemangkasan anggaran dan dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
  • Menghapus pasal dalam RUU Minerba yang mengizinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.
  • Mencairkan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis atau pemotongan yang merugikan.
  • Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.
  • Menghentikan kebijakan publik yang tidak berbasis riset ilmiah dan tidak mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Pelayanan Publik

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Dyah Mutiarin, menilai pemangkasan anggaran sebesar 22 persen berpotensi mengganggu layanan publik dasar. Ia menyoroti kementerian yang menangani pendidikan, infrastruktur, dan sektor pelayanan dasar lainnya sebagai pihak yang terdampak kebijakan tersebut.

“Efisiensi anggaran harus dipertimbangkan kembali. Apakah pemangkasan ini dilakukan pada sektor yang tepat?” ujar Arin, mengutip laman resmi UMY.

Menurutnya, pemangkasan ini berkaitan dengan kebutuhan besar anggaran untuk menjalankan program MBG. Namun, ia mengkritik langkah pemerintah yang memangkas anggaran sektor pendidikan dan kesehatan demi mendanai program tersebut. Menurutnya, pemangkasan di sektor kesehatan bisa menghambat layanan dasar, terutama dalam menangani stunting dan penyakit lainnya.

Alternatif Solusi Efisiensi Anggaran

Arin menilai efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah kurang bijak dan seharusnya ada solusi alternatif. Ia menyarankan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan sektor jasa untuk meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, program MBG bisa diterapkan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebelum diperluas ke wilayah lain.

Ia juga menyarankan agar efisiensi anggaran dievaluasi dengan mempertimbangkan mandatory spending di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memiliki alokasi wajib dan tidak boleh dipangkas. Selain itu, implementasi program MBG harus dikaji ulang melalui need assessment untuk menentukan prioritas kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA: Prabowo Geram dengan Ulah Para ‘Raja Kecil’ Penjegal Efisiensi Anggaran, PDIP Bereaksi!

Arin menyampaikan masyarakat kemungkinan tidak akan keberatan apabila program makan bergizi gratis difokuskan untuk daerah 3T dan kantong kemiskinan. Namun, ia mengkhawatirkan efisiensi anggaran yang diterapkan pada sektor pelayanan dasar dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

 

(Virdiya/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026