Ketika Warna Memiliki Rasa dan Suara Memiliki Rupa: Eksplorasi Kognitif Persepsi Sinestesia

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, SUARMAHASISWAAWARDS – Dalam tubuh manusia memiliki panca indra seperti penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), pengecap (lidah) dan peraba (tangan).

Kita tahu ada kondisi kognisi yang disebut buta wara atau defisiensi penglihatan warna, di mana kemampuan individu mengalami gangguan pada reseptor matanya ketika melihat warna dan melibatkan interpretasi pada otak. Namun, apakah kita pernah mendengar sinestesia? Kondisi dimana neurologis menggabungkan kemampuan indra pada manusia dan menghasilkan persepsi yang beragam pada otak.

Sinestesia penting untuk kita bahas karena ini menunjukan betapa beragamnya cara otak manusia memproses informasi, yang mana bisa membantu kita lebih sadar dengan adanya variasi kognitif di sekitar kita. Selain itu, dengan mempelajari sinestesia, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana otak dan persepsi itu bekerja, terutama tentang koneksi antar indra.

Yang paling krusial, fenomena unik ini juga bisa menjadi inspirasi untuk penelitian-penelitian selanjutnya di bidang neurosains dan psikologi kognitif, jika suatu saat ada penemuan baru yang lebih membuka mata kita tentang kerja otak manusia.

Apa itu Sinestesia?

Sinestesia (synesthesia) berasal dari kata Yunani Kuno yaitu σύν (syn) yang berarti “bersama” atau “dengan” dan αἴσθησις (aísthēsis) yang berarti “persepsi” atau “sensasi”, dapat disimpulkan sinestesia berarti “persepsi bersama” atau “sensasi bersama” ini merujuk pada fenomena di mana satu jenis stimulus dapat mengasilkan pengalaman persepsi lain secara bersamaan. Sinestesia adalah kondisi bawaan di mana stimulus sensorik atau kognitif (misalnya, suara, kata-kata) menyebabkan persepsi lintas-modal tambahan yang tidak biasa (misalnya, suara memicu warna, katakata memicu rasa). (Kaitlyn & Julia, 2015).

Karakteristik utama sinestesia meliputi sifatnya yang involunter (tidak sukarela), yang berarti pengalaman sinestetik terjadi di luar kendali sadar dari individu, tidak seperti pengalaman imajinatif yang bersifat volunter dan fleksibel, dapat berubah sesuai keinginan individu.

Sinestesia memiliki konsistensi yang kuat, grafem-warna, misalnya, mengalami warna yang dipicu oleh membaca, mendengar, mengucapkan, atau memikirkan grafem (misalnya, a = merah; Simner, Glover, & Mowat, 2006) hal ini menghasilkan pengalaman yang sama dari waktu ke waktu. Selain itu, pengalaman sinestetik bersifat generik, cenderung mendasar dan sederhana (seperti warna, bentuk atau rasa), seringkali sinestetik memilki kualitas afektif, menimbulkan respons emosional atau perasaan tertentu pada individu (Ward, J. et al. 2005).

Penting untuk ditekankan bahwa sinestesia bukanlah sebuah gangguan, melainkan sebuah variasi yang unik dalam pemrosesan sensorik. Sinestesia diperkirakan timbul dari kelebihan koneksi kortikal atau disinhibisi sirkuit yang ada (atau keduanya, untuk tinjauan; Bargary & Mitchell, 2008).

Tipe-tipe Sinestesia yang Umum

Sinestesia memiliki beragam bentuk, dimana stimulasi pada satu indra secara tidak sengaja memicu pengalaman pada indra lain. Beberapa jenis sinestesia yang umum meliputi:

  • Grapheme-color synesthesia (huruf/angka-warna), di mana huruf atau angka secara otomatis memicu persepsi warna tertentu. Misalnya, huruf ‘B’ mungkin selalu dilihat atau dibayangkan berwarna biru oleh seorang sinestet graphemewarna (Cytowic & Eagleman, 2009).
  • Sound-color synesthesia (suara-warna), di mana suara, seperti suara percakapan , nada musik bahkan suara lingkungan memicu persepsi warna. Misalnya, Mendengarkan suara piano dengan nada C mayor dapat menghasilkan pengalaman melihat warna hijau cerah (Ward, 2013).
  • Number form synesthesia (bentuk angka dalam ruang), di mana angka-angka tersusun secara geografis dalam pikiran individu, seringkali membentuk peta jiwayang konsisten unik dan spesifik. Misalnya melihat angka ‘5’ selalu berada lebih jauh di kiri dan sedikit di atas angka ‘6’ dalam ruang mental mereka (Seriès et al., 2009).
  • Lexical-gustatory synesthesia (kata-rasa), sinestetik ini melihat kata-kata, baik diucapkan maupun dibaca, memicu sensasi rasa di lidah. Misalnya kata “meja” mungkin terasa seperti tekstur berpasir atau memiliki rasa seperti kopi (Simner & Ward, 2006).

Selain jenis-jenis ini, terdapat variasi sinestesia lainnya yang lebih jarang, seperti:

  • Ordinal-linguistic personification, angka 7 mungkin terasa memiliki karakter seperti tinggi dan pemalu bagi individu yang memiliki sinestetik ini. Di manamelihat angka, huruf, hari atau bulan memiliki kepribadian.
  • Spatial-sequence synesthesia, melihat urutan seperti hari atau bulan terasa memiliki lokasi spesifik dalam ruang, dan
  • Mirror-touch synesthesia, melihat orang lain disentuh menimbulkan sensasi sentuhan pada diri sendiri.

Mekanisme Kognitif dan Neurobiologis Sinestesia

Dari perpektif kognitif, banyak teori untuk menjelaskan mekanisme yang mendasari sinestesia. Salah satu teori yang paling populer yaitu cross-activation (aktivasi silang), yang menyatakan bahwa pengalaman sinestetik terjadi akibat adanya aktivasi tidak lazim antar area otak yang berbeda, yang seharusnya memproses informasi sensorik terpisah (Simner & Hubbard, 2013).

Selain itu, dalam membentuk pengalaman sinestetik terdapat pemrosesan bottom-up (dari stimulus sensorik) dan top-down (berdasarkan ekspektasi dan pengetahuan sebelumnya) yang sangat krusial untuk dipahami karna sifatnya yang subjektif dan bervariasi antar individu. Dari perspektif neurobiologis, menggunakan teknik neuroimaging dalam penelitiannya seperti functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) dan Electroencephalography (EEG) yang secara konsisten menunjkan adanya perbedaan struktural dan fungsional pada otak individu dengan sinestesia dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya (Hubbard & Ramachandran, 2005).

Perbedaan ini seringkali berupa konektivitas saraf yang atipikal atau berlebihan antar area sensorik yang berbeda, yang mendukung gagasan adanya aktivitas silang. Lebih mendalam, studi pada keluarga dengan riwayat sinestesia menunjukan adanya faktor genetik yang kemungkinan berkontribusi terhadap kecenderungan seseorang untuk mengembangkan kondisi ini (Asher et al., 2006).

Penting untuk ditekankan bahwa sinestesia bukanlah sebuah gangguan, melainkan sebuah variasi yang unik dalam pemrosesan sensorik. Sinestesia diperkirakan timbul dari kelebihan koneksi kortikal atau disinhibisi sirkuit yang ada (atau keduanya, untuk tinjauan; Bargary & Mitchell, 2008).

(Shafkilla Julia Rossalina/Universitas Indonesia Membangun INABA)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Kasus PMK

PLP UNS Beberkan Fenomena Kasus PMK

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang menyerang ternak berkuku belah. Di sejumlah daerah kasus PMK kembali mencuri perhatian. Terkait kasus

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

christian sugiono
Christian Sugiono Bantah Selingkuh dengan Hana Hanifah
JAKARTA,TM.ID: Aktor Christian Sugiono diterpa kabar kurang sedap belakangan ini. Suami dari aktris Titi...

2

KIM Berpotensi Bubar
Pengamat Sebut Jika Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi, KIM Berpotensi Bubar
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober...

3

Beras SPHP
Pemerintah Salurkan 1,3 Juta Ton Beras Murah SPHP Mulai Juli - Desember
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia resmi melakukan kembali penyaluran beras Program...

4

siswi digunduli cianjur
Viral Siswi SD Cianjur Digunduli Guru, KPAI Angkat Bicara!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons terkait viral siswi...

5

Microwave low watt
Kenali Sejumlah Mode pada Microwave Low Watt!
BANDUNG,TM.ID: Seiring berkembangnya jaman, peralatan dapur semakin berinovasi untuk memenuhi kebutuhan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...