Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar

Ilustrasi (AI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal sisik trenggiling seberat sekitar 3.053 kilogram yang diduga akan dikirim ke Kamboja melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Nilai komoditas satwa dilindungi tersebut diperkirakan mencapai Rp183 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan analisis intelijen dan penelitian terhadap dokumen ekspor yang diajukan oleh perusahaan pengirim.

“Penindakan ini bermula dari analisis terhadap dokumen pemberitahuan ekspor barang dan profiling risiko yang menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian antara dokumen dengan muatan barang,” kata Adhang dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap satu kontainer berukuran 20 feet yang akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam dokumen ekspor, perusahaan tersebut mencantumkan komoditas berupa teripang dan mi instan.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik, petugas menemukan muatan tambahan berupa ribuan kilogram sisik satwa yang tidak tercantum dalam dokumen ekspor.

“Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan 3.053 kilogram sisik trenggiling kering yang disembunyikan bersama 51 karung teripang seberat sekitar 1.530 kilogram serta 300 karton mi instan dengan berat sekitar 1.200 kilogram,” ujar Adhang.

Baca Juga:

Dirjen Pajak Ungkap 282 Perusahaan Diduga Gelapkan Dokumen Ekspor CPO

Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta untuk dilakukan identifikasi terhadap jenis satwa.

Hasil identifikasi memastikan bahwa sisik tersebut berasal dari trenggiling jenis Manis javanica yang merupakan satwa liar dilindungi di Indonesia. Perdagangan maupun ekspor satwa tersebut dilarang karena populasinya terus terancam akibat perburuan ilegal.

Adhang menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam mencegah praktik penyelundupan satwa liar yang dapat merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Bea Cukai terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas barang ekspor dan impor guna mencegah penyelundupan, termasuk perdagangan ilegal satwa dilindungi,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan sisik trenggiling tersebut.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
image_870x_6a677bc509689
Daftar Lengkap Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
bank-bjb-pra-event-merbabu-trail-run-v2
Menabung di bank bjb Dapatkan Tiket Lari Merbabu Trail Run 2026
WhatsApp Image 2026-08-03 at 11.13
Menempatkan Kasus PT BDS dalam Perspektif Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan
bank bjb dan pemkot bogor
bank bjb dan Pemkot Bogor Berkolaborasi Demi Wujudkan Perencanaan Pensiun yang Lebih Sejahtera
5 Rekomendasi Les Ngaji Online Anak dengan Jadwal Fleksibel
5 Rekomendasi Les Ngaji Online Anak dengan Jadwal Fleksibel
Berita Lainnya

1

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
WhatsApp Image 2026-08-02 at 20.20
Diterpa Badai Fitnah, Bupati Bandung KDS Tetap Tenang dan Fokus Bekerja
image_870x_6a677bc509689
Mitchell Baker Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
bank-bjb-earning-call-2q-2026-v3-4
bank bjb Cetak Laba Tumbuh 58,8%, Aset Tembus Rp228,2 Triliun
IMG-20260727-WA0003
Gilang Dorong Puskesmas di Jakasampurna, Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas