Bayar Pajak Kendaraan Tahun 2025 Lebih Banyak, Catat Baik-baik!

bayar pajak kendaraan 2025
(Auto 2000)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemilik kendaraan, mesti bayar pajak kendaraan lantaran bagian dari kewajiban. Belum lagi, mulai tahun 2025, pemilik juga harus cermat memperhitungkan sejumlah jenis.

Mulai tahun 2025, pemerintah telah menetapkan jenis pajak kendaraan baru, tarif yang sesuai dengan jenis kendaraan, serta wilayah.

Ragam Pajak Kendaraan 2025

Dengan demikian , beberapa beberapa jenis pajak kendaraan yang harus menjadi catatan dalam tahun 2025a. Melansir berbagai sumber, berikut macam kewajiban pajak dalam 2025:

1. PKB

Seperti periode-periode sebelumnya, pemilik harus membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai pajak atas kepemilikan dan penguasaan kendaraan bermotor.Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2022, tarif PKB untuk kendaraan atas nama pribadi pertama kali maksimal 1,2 persen.

Sebagai perbandingan, sebelumnya tarif PKB untuk kendaraan pertama kali adalah maksimal 2 persen. Di Jakarta, tarif PKB untuk kendaraan milik perorangan adalah 2 persen, sementara untuk kendaraan kelima atau seterusnya, tarifnya bisa mencapai 6 persen. Untuk kendaraan yang terdaftar atas nama badan atau perusahaan, tarifnya adalah 2 persen.

BACA JUGA: Pajak Opsen Berlaku Tahun 2025, Wajib untuk Pembeli Kendaraan Baru!

2. BBNKB

Kemudian, ada jenis Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor merupakan pajak atas proses perubahan kepemilikan kendaraan bermotor, baik itu karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha.

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2022, tarif BBNKB maksimal sebesar 12 persen, kecuali untuk daerah setingkat provinsi yang tidak terbagi menjadi kabupaten/kota, tarif BBNKB dapat mencapai 20 persen.

3. PPN

Untuk kebijakan baru, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen. PPN ini berlaku untuk barang dan jasa yang tergolong mewah, termasuk kendaraan.

Sebagai contoh, mobil termasuk dalam kategori barang mewah yang terkena PPN, bersama dengan barang-barang premium lainnya.

4. PPnBM

Tidak lupa juga, jenis baru pajak yaitu Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) akan menyasar barang-barang yang tergolong mewah, termasuk kendaraan bermotor.Seluruh jenis mobil, kecuali yang tergolong kendaraan murah atau memiliki kapasitas mesin di bawah standar tertentu, akan terkena PPnBM dengan tarif yang bervariasi.

Sama halnya Motor, akan berlaku PPnBM, tetapi hanya yang memiliki kapasitas mesin lebih dari 250 cc.

5. STNK, TNKB, BPKB, dan SWDKLLJ

Lebih jauh lagi, pemilik kendaraan juga harus membayar biaya administrasi untuk pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).Pembayaran SWDKLLJ secara periodik di kantor Samsat, baik saat pendaftaran maupun perpanjangan STNK. SWDKLLJ ini merupakan kewajiban yang tertuang dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 dan PP No. 18 Tahun 1965.

6. Opsen PKB

Selain itu, akan ada komponen baru dengan nama Opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) mulai 2025.

Opsen PKB adalah pajak tambahan dari pemerintah kabupaten/kota atas pajak kendaraan bermotor sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2022, tarif opsen PKB tercantum sebesar 66 persen dari besaran pajak terutang. Melalui adanya opsen ini, pembayaran pajak kendaraan bermotor seharusnya langsung teralokasi kepada pemerintah kabupaten/kota.

7. Opsen BBNKB

Selain opsen PKB, ada juga Opsen BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) oleh kabupaten/kota.

Sama halnya dengan opsen PKB, tarif opsen BBNKB juga sebesar 66 persen dari besaran pajak yang terutang. Pembayaran opsen ini akumulasi dengan mengalikan tarif tersebut dengan jumlah BBNKB.

Belum Berlaku Seluruh Daerah

Perlu menjadi catatan juga, tidak semua daerah menerapkan opsen PKB dan opsen BBNKB. Khususnya di Jakarta, tidak ada opsen PKB dan BBNKB yang dibebankan kepada pemilik kendaraan.

Artinya, berarti tarif pajak kendaraan di Jakarta hanya mengacu pada tarif PKB dan BBNKB yang sudah ditetapkan tanpa adanya tambahan opsen dari pemerintah kabupaten/kota.

Dengan adanya berbagai macam komponen pajak ini, konsumen yang membeli kendaraan baru di tahun 2025 harus mempertimbangkan total biaya yang harus dibayar selain harga kendaraan itu sendiri.Sebaiknya, pastikan untuk mengetahui secara rinci pajak yang dikenakan di daerah tempat kendaraan akan didaftarkan agar dapat mempersiapkan anggaran dengan lebih matang.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City