Bahaya Makan Sambil Berdiri, Cek Dampaknya!

makan sambil berdiri
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kebiasaan makan sambil berdiri atau bahkan berjalan telah menjadi hal yang lumrah. Banyak orang melakukannya untuk menghemat waktu seperti sarapan cepat saat berangkat kerja, menyantap camilan di perjalanan, atau berdiri sambil makan di acara sosial.

Kebiasaan ini tampak praktis dan efisien, namun di balik kenyamanannya, makan sambil berdiri setiap hari dapat mengganggu sistem pencernaan serta memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Postur Tubuh dan Fungsi Pencernaan

Postur tubuh saat makan memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana makanan diproses di dalam tubuh. Saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi menyebabkan aliran darah lebih banyak menuju bagian bawah tubuh, terutama kaki. Akibatnya, aliran darah ke organ pencernaan menurun, sehingga proses pemecahan makanan menjadi kurang optimal.

Melansir Times of India, kondisi tersebut dapat menyebabkan pencernaan menjadi lambat, munculnya gas berlebih, perut kembung, serta rasa tidak nyaman di lambung.

Organ pencernaan, seperti lambung dan usus, memerlukan suplai darah yang cukup untuk berfungsi secara efisien. Ketika suplai ini berkurang, kerja enzim pencernaan juga menjadi tidak maksimal.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canadian Science Publishing Journal mengungkapkan bahwa kecepatan pengosongan lambung berbeda tergantung pada posisi tubuh. Makanan bergerak lebih lambat di lambung saat seseorang makan sambil duduk dibandingkan dengan posisi berdiri.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa posisi duduk tegak membantu meningkatkan proses pencernaan, khususnya dalam hal pemecahan protein dan penyerapan asam amino ke dalam darah.

Sebaliknya, posisi berbaring setelah makan justru dapat memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko refluks asam.

Dampaknya

Salah satu efek umum dari makan sambil berdiri adalah kebiasaan makan terlalu cepat. Karena tubuh tidak berada dalam posisi rileks, otak tidak sempat memberi sinyal kenyang dengan tepat.

Akibatnya, seseorang cenderung menelan makanan tanpa mengunyah dengan baik, sehingga udara ikut tertelan dan memicu rasa kembung atau gas di perut.

Proses mengunyah yang tidak sempurna juga menghambat pencernaan. Makanan yang belum benar-benar halus akan membuat lambung bekerja lebih keras, meningkatkan risiko gangguan seperti dispepsia, asam lambung naik, dan rasa begah setelah makan.

Kebiasaan ini dapat berdampak jangka panjang jika dilakukan terus-menerus, karena proses penyerapan zat gizi menjadi tidak maksimal, serta meningkatkan potensi gangguan metabolisme.

Makan Sambil Berdiri Membuat Cepat Lapar

Meskipun proses pencernaan bisa berlangsung lebih cepat saat makan berdiri, efek sampingnya adalah rasa lapar yang datang lebih cepat. Hal ini akibat sinyal kenyang dari lambung ke otak yang dipengaruhi oleh lamanya makanan berada di perut.

Saat seseorang makan berdiri, lambung mengosongkan isinya lebih cepat, sehingga otak mengira tubuh belum cukup mendapatkan asupan makanan. Akibatnya, rasa lapar muncul kembali dalam waktu singkat.

Baca Juga:

Ciri-ciri Makanan MBG Beracun, Ahli Gizi UGM Bagikan Cara Deteksi dan Antisipasi

Kenali 5 Jenis Makanan Yang Membantu Menjaga Kesehatan Mata!

Selain itu, jenis makanan juga berperan penting. Karbohidrat olahan seperti roti putih atau makanan cepat saji mudah dicerna dan membuat perut cepat kosong, sedangkan makanan tinggi serat dan protein memerlukan waktu lebih lama untuk diproses.

Jika kebiasaan makan sambil berdiri dilakukan setiap hari, maka kemungkinan besar seseorang akan makan lebih sering atau berlebihan. Hal ini akan menyebabkan peningkatan berat badan dan gangguan metabolik seperti resistensi insulin.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City